Bisa diurutkan dengan mudah, yakni untuk membawakan Bacaan-bacaan Kitab Suci (Pertama dan Kedua) oleh lektor, Bacaan Injil oleh diakon atau imam, Mazmur Tanggapan oleh pemazmur, Homili oleh imam atau diakon, Doa Permohonan oleh lektor, dan juga Pujian Paskah (Exultet) pada waktu Malam Paskah oleh diakon atau imam. Komentator, solis, pembaca pengumuman, dan dirigen atau pemimpin paduan suara sebaiknya tidak menjalankan tugasnya dari ambo Sabda; lebih baik pada tempat tersendiri yang tentu saja tidak perlu seindah ambo. Sekali lagi mungkin perlu ditegaskan bahwa ambo harus selalu dikaitkan dengan pewartaan Sabda (The Word), bukan sembarang bacaan (words) boleh dibawakan dari ambo. DEKORASI AMBO Seperti halnya altar, maka ambo pun harus ditampilkan secara pantas dengan sentuhan seni yang wajar. Hindarkanlah pemanfaatan ambo untuk media slogan atau pesan-pesan tematis yang tidak berbau biblis, tidak ada kaitannya dengan Sabda. Biasanya benda-benda itu bersifat sementara, tidak tetap, entah berupa slogan gantung atau tempel yang terbuat dari kain atau kertas. Dekorasi semacam itu hanya mengurangi martabat meja Sabda. Terkadang dekorasi (berupa simbol atau tulisan) yarg berbau biblis pun dapat mengganggu jika tidak ditata secara artistik atau ditampilkan berlebihan. Diambil dari : yesaya.indocell.net




