ToT Sentra Bimbingan Usaha "Business Coach Certification"
Aula St Bernadet, Sekolah Stella Maris, BSD, Hari Sabtu 13 Januari 2018 sampai Minggu, Sabtu 14 Januari 2018, riuh penuh semangat oleh peserta-peserta ToT atau Training of Trainer SBU (Sentra Bimbingan Usaha) Paroki Percontohan Dekenat Tangerang. ToT ini dihadiri oleh kurang lebih 39 perwakilan SBU PSE dari paroki Barnabas Pamulang, paroki Matius Bintaro, paroki San Mare Bintaro Jaya, dan Paroki Serpong, Gereja St.Monika, untuk mengikuti ToT dengan materi Business Coach Certification, yang merupakan Program KAJ bekerja sama dengan Star Coach Indonesia.Selain itu ToT juga dihadiri Bapak Dhanny sebagai perwakilan dari KAJ.ToT merupakan program pelatihan untuk calon trainer/coach yang nantinya akan mendampingi UKM KMLTD dari masing-masing paroki percontohan di Dekenat Tangerang.
ToT ini dipandu oleh 2 narasumber yang ahli di bidangnya yaitu coach Barlian Winarta dan coach Erol Siagian. Di ToT ini peserta mempelajari bagaimana memanfaatkan the power of focus, bagaimanan menyusun presentasi, membuat business plan, menganalisa sebuah bisnis, dan juga membuat laporan keuangan. Dengan adanya program SBU ini, diharapkan UKM Umat Katolik dan juga non-Katolik dapat mendapatkan bimbingan dan bantuan yang tepat, sehingga dapat memajukan usaha mereka dan menaikkan kesejahteraan keluarga.
Hari Natal adalah hari untuk berbagi kasih. Paroki Santa Monika mewujudkannya dalam bentuk acara Makan Siang Natal 25 Des 2017 di restoran Remaja Kuring.
Undangan terdiri dari karyawan gereja dan keluarganya, para peserta ASAK, keluarga-keluarga dari beberapa lingkungan di Cisauk, juga undangan dari Sie HAAK.
Dalam acara yang penuh kehangatan ini, semua turut merasakan kasih yang Yesus berikan dengan kelahiranNya.
Pelatihan Basic Life Support Umat St. Monika (16 Des 2017)
Praktek cara membawa korban kecelakaan lalu lintas
Seringkali kita tidak siap ketika dihadapkan dengan kejadian yang muncul secara tiba-tiba yang ada di sekitar kita, apalagi yang berhubungan dengan keselamatan jiwa seseorang. Bahkan ketika kejadian itu menimpa orang terdekat kita sekalipun, baik itu orang tua, istri, suami bahkan anak kita sendiri, kita menjadi takut, bingung bahkan menangis. Sering keterlambatan yang hanya beberapa menit ketika kita memberikan pertolongan pertama akan sangat berdampak terhadap keselamatan hidup seseorang, bahkan masa depan seseorang. Menit-menit pertama dalam pertolongan pertama itulah yang sangat menentukan hidup atau matinya seseorang.
Bertempat di Function Hall RS Eka Hospital BSD City, Sabtu (16/12), Sie Kesehatan Paroki Serpong St. Monika bekerjasama dengan RS Eka Hospital mengadakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dari pukul 09.00 - 11.00 WIB. Acara ini sendiri dipandu oleh dr. Erik yang juga warga paroki St. Monika. Umat yang sekitar 40 orang cukup antusias mengikuti acara dan aktif menanyakan permasalahan yang biasa dihadapi saat terjadi BHD.
Seperti yang dikatakan dr. Erik dalam pelatihan BHD atau istilah asingnya Basic Life Support (BLS) “Apakah kita akan mengambil kesempatan yang 30% dalam memberikan pertolongan pertama kepada seseorang yang benar-benar terancam keselamatan hidupnya? Atau kita hanya berdiam diri menjadi penonton saja?” Ketika terjadi keadaan kritis, seseorang harus mulai berani melakukan beberapa tahapan seperti: ketahui respon korban (panggil dan tepuk korban), lalu panggil ambulan dengan menghubungi 021-256555577 (RS. Eka Hospital) atau 118. Ketika melakukan panggilan permintaan tolong via telpon berikan informasi sebagai berikut : lokasi, nomer telpon si pemanggil, apa yang terjadi, berapa banyak korban, kondisi korban, pertolongan apa yang sedang diberikan, dan informasi apa yang diperlukan lebih lanjut.
Dalam BHD ini juga diberikan pelatihan dan praktek bagaimana melakukan kompresi dada, teknik membuka jalan nafas (airway), teknik memeriksa pernafasan, teknik melakukan recovery position, dll. Bahkan diajarkan juga bagaimana cara memberikan pertolongan kepada balita.
Dan hal penting untuk kita ketahui bersama bahwa di beberapa bandara Indonesia saat ini juga sudah disediakan alat yang disebut Automated External Defibrillator (AED). AED adalah peralatan elektronik portable yang bisa secara otomatis mendiagnosis ritme jantung dan bisa memberi bantuan darurat untuk orang yang terkena serangan jantung mendadak. Alat ini ditempatkan pada sebuah kotak berjendela kaca dan kaca boleh dipecahkan untuk mengambil alat bilamana diperlukan. Tak lupa dr. Erik juga mempraktekkan cara menggunakan alat tersebut.
Mungkin sebagian dari kita bertanya apa itu BHD? BHD adalah serangkaian upaya awal untuk mengembalikan fungsi pernafasan dan atau sirkulasi darah pada seseorang yang mengalami henti nafas dan atau henti jantung atau cadiac arrest.
Tujuan pelatihan ini sendiri diharapkan agar para petugas tata laksana saat misa dapat menguasai ketrampilan BHD ini sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya kegawatdaruratan medis selama berlangsungnya misa atau dalam kehidupan sehari-hari.
Target dari acara ini agar masing-masing lingkungan dapat mengirimkan perwakilannya untuk belajar bersama tentang BHD. Dan ingat pelatihan ini tidak dipungut biaya atau gratis, bahkan kepada peserta diberikan sertifikat. Harapan ke depan agar acara serupa seperti ini bisa lebih sering diadakan lagi untuk umat paroki St. Monika.
(adrianus trio.s)
Praktek memeriksa denyut nadi korban
Teknik ketika kita menghadapi orang yang tersedak sesuatu yang bisa membawa kematian
Dan pada hari Minggu tangal 29 Okt 2017 mengadakan Ziarek ke Gereja St Andreas Kim Tae Gon di Kelapa Gading untuk mengikuti misa dan berdoa di depan gua Maria.