
Bacaan 1 : Dan 12:1-3; Bacaan 2 : Ibr 10:11-14,18 ; Injil : Mrk 13:24-32
TANDA ZAMAN
Tanggal 18 Juni 2015 Sri Paus Fransiskus mengeluarkan Ensiklik berjudul "Laudato Si" – Terpujilah Engkau. Ensiklik itu muncul sebagai sebuah keprihatinan atas terjadinya kerusakan ekologi dan pemanasan global, yang menimbulkan banyak bencana. Kemarau panjang yang melanda tanah air kita selama 3 bulan terakhir adalah salah satu dampak buruk dari kerusakan lingkungan. Ensiklik itu semacam TANDA ZAMAN atau ALARM, yang mengingatkan umat manusia bahwa jika perusakan lingkungan tidak dihentikan maka bumi ini akan menuju kiamat. Maka ketika berpidato di depan Sidang Umum PBB pada 25 Sept 2015, Sri Paus mengajak seluruh negara di dunia untuk mulai merawat BUMI ini sebagai RUMAH kita bersama. Menjelang akhir tahun liturgi, bacaan-bacaan minggu ini menurunkan tema "AKHIR ZAMAN" atau sering disebut sebagai "HARI KIAMAT". HARI itu didahului suasana seram, seperti : “.... matahari jadi gelap, bulan tdk bercahaya, bintang berjatuhan, kuasa langit goncang” (Mrk 13:24-25). Pada bagian sebelumnya diceriterakan tentang "penganiayaan, penyiksaan dan mesias palsu" (Mrk 13 :3-23). Itulah TANDA AKHIR ZAMAN. "Tanda adalah petunjuk atau gejala yang menyatakan sesuatu," seperti warna lampu lalulintas atau demam ketika kita sakit. Maka, apabila tanda-tanda di atas terjadi, akhir zaman sudah dekat. Namun yang menarik adalah sesudah semua bencana itu, muncul Putera Manusia / Kristus dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya (ayat26). Injil Mateus menceriterakan cukup panjang tentang bagaimana Putera Manusia melakukan “penghakiman” (Mat 25:31-46). Apa pesan injil hari ini bagi kita ? Pertama, apa artinya “AKHIR ZAMAN” atau “KIAMAT” ? Kiamat bisa berarti berakhirnya alam semesta, tapi bisa juga berakhirnya kehidupan kita. Kiamat itu sesuatu yang pasti, walau kita tidak tahu kapan akan terjadi. Maka dalam menghadapi hari kiamat kita masing-masing, kita harus selalu siap sedia. "Berjaga-jagalah sebab kamu tidak tahu akan hari maupun saatnya" (Mat 25:13). Kedua, kiamat bukanlah akhir dari segalanya. Bagi orang beriman, kiamat adalah awal kehidupan kekal. Kiamat adalah pintu menuju keabadian. Ketiga, “akhir zaman” bukan sesuatu yang menakutkan, melainkan yang membangkitkan harapan. Karena “Kristus sendiri akan datang dan menyuruh malaikatNya utk mengumpulkan orang-orang pilihan” (Mrk 13,26-27). Pastikan agar kita termasuk orang-orang pilihan tersebut. Keempat, mengikuti ajakan Sri Paus lewat Ensiklik “Laudato Si”, mari kita menjaga lingkungan kita masing-masing, agar bumi kita dapat terhindar dari “kiamat” yang kita ciptakan sendiri.




