
Bacaan 1:Why. 7:2-4,9-14 Bacaan 2: 1Yoh. 3:1-3 Bacaan Injil: Mat. 5:1-12a
SANG PEMENANG
HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS – 1 Nopember 2015
Hari ini Gereja merayakan Pesta Semua Orang Kudus - Pesta Para Pemenang ! Hari Raya ini mula-mula dirayakan di Gereja Timur utk menghormati semua Saksi Iman yg mati sbg martir. Gereja Barat mulai merayakannya thn. 609, ketika Kaisar Pochas menyerahkan Pantheon (=kuil para dewa) kpd Paus Bonifasius IV dan menetapkan tgl 13 Mei sbg Pesta Santa Maria dan para Martir. Paus Gregorius III (734-741) memindahkan perayaan ini ke tgl 1 Nopember. Ada 3 makna penting yg dpt kita petik dari Pesta Semua Orang Kudus. 1) Penghormatan : gereja menghormati para Kudus, baik yg dikenal maupun yg tidak dikenal, baik yg secara resmi bergelar kudus maupun tidak. Para Kudus adalah orang-orang yg telah menghidupi iman mereka secara konsisten. Atau dalam bahasa Rasul Yohanes : "Orang-orang yg keluar dari kesusahan besar dan telah mencuci jubah mereka menjadi putih di dlm Darah Anak Domba" (Wahyu 7:14). Seringkali mereka bkn org-org hebat, melainkan org -org biasa, tapi telah menunjukkan kehidupan iman yg luar biasa. Perhatikan Santa Monika - pelindung paroki kita. Dia Ibu Rumah tangga biasa. Namun imannya yg kokoh membuat mertua dan suaminya bertobat. Kehidupan doanya yg tiada henti membuat putranya Agustinus bertobat dan kemudian menjadi Kudus. Menurut Rasul Paulus : "Para Kudus telah mengakhiri pertandingan yg baik, telah mencapai garis finis dan memelihara iman" (2 Tim 4:7). Menghormati para Kudus artinya menghormati keunggulan mereka dlm menghayati hidup ini. 2) Visi : pesta ini memberi kita sebuah visi, sebuah perspektif yg jelas ttg hidup ini. Visi yg menjanjikan harapan bagi siapa saja yg telah memelihara imannya. Hidup ini tidaklah sia-sia, melainkan akan dimahkotai dgn kehidupan yg abadi. Rasul Yohanes, dlm bacaan I, melihat “jumlah mereka yg dimeteraikan itu : 144.000 orang dari suku Israel dan kumpulan besar org banyak yg tdk terhitung jumlahnya dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa memakai jubah putih dan daun palem” (Wahyu 7:4-9). Mereka adalah "role model" dan teladan bagi kita ! 3) Panggilan : perayaan ini juga mendorong kita utk menjalani "kehidupan yg kudus". Rasul Petrus mengajak pengikutnya utk menjadi kudus. “Hendaklah kamu menjadi kudus di dlm seluruh
hidupmu sama seperti Dia yg kudus, seperti adatertulis : kuduskanlah kamu, sebab Aku kudus” (I Petrus 1:15). Hal ini ditegaskan kembali oleh Gereja dlm Ensiklik Lumen Gentium : “Setiap org dipanggil menjadi kudus (LG 39)”. Dasarnya apa ? Menurut bacaan II : “Karena kita adalah anak-anak Allah. Kita hrs menguduskan diri sama seperti Dia yg adalah kudus" (1 Yoh 3:3). Lalu bagaimana mencapai kekudusan itu ? Injil hari ini memberi kita resep DELAPAN SABDA BAHAGIA (Mt 5:1-12a) : “Berbahagialah yg miskin ..yg berdukacita ..yg lemah lembut ..yg lapar dan haus akan kebenaran .. ygmurahhati ..yg suci hatinya ..yg membawa damai ..dan yg dianiaya krn kebenaran”. Ke-8 Sabda Bahagia adalah sebuah revolusi mental. Mengapa ? Karena kebahagiaan tdk terletak di dlm kelimpahan materi, kemewahan hidup, kekuatan atau kekuasaan, tetapi di dlm sikap“mempercayakan dan mengandalkan hidup kpd Tuhan”. Para Kudus – Sang Pemenang – adalah orang-orang yg berhasil menghayati SABDA BAHAGIA itu. Merekalah contoh dan model dlm kehidupan kita. Semoga perayaan hari ini mendorong kita utk menghayati kekudusan itu.




