
Bacaan 1: Bil 11:25-29; Bacaan 2 : Yak 5:1-6; Injil : Mrk 9:38-43, 45, 47-48
MAWAS DIRI
Bacaan hari ini terasa keras dan tajam, tentu itu mengundang perhatian untuk disimak secara lebih mendalam, apa yang sebenarnya ingin disampaikannya untuk kita. Perlu suasana hati yang sejuk menanggapi firman hari ini, kritikan tajam harus ditanggapi dengan rendah hati.
Pada Injil Markus 9:14-29 diceritakan para murid tidak berhasil mengusir roh jahat dari seorang anak dan sebaliknya pada Injil hari ini bercerita tentang seseorang yang bukan murid Yesus, berhasil mengusir setan demi nama Yesus dan para murid mencegahnya, karena ia bukan pengikut mereka (bdk Mrk 9:38). Reaksi Yesus sungguh diluar dugaan para murid : “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.” (Mrk 9-39:40) Sedangkan para murid merasa eksistensi orang yang sepertinya lebih unggul dari mereka itu membahayakan dan menimbulkan ancaman bagi kemampuan mereka yang punya status resmi sebagai murid Yesus.
Para murid masih belum dapat memahami kasih Allah yang jauh lebih besar daripada yang mereka pikirkan, mereka pikir dengan menjadi pengikut Yesus, maka segala-galanya menjadi dapat mereka lakukan. Sifat ego yang masih melekat dalam melayani sesama ini dikritik pedas oleh Yesus, bahkan secara ekstrim digambarkan kalau sifat ego lahiriah yang digambarkan sebagai tangan, kaki dan mata sebagai penghambat orang untuk hidup dalam kasih Nya, maka hendaknya dicampakkan (bdk Mrk 9:43-47). Butuh kerendahan hati untuk bisa menerima orang lain yang juga dipakai oleh Tuhan. Yakobus dengan tajam mengkritik pedas masyarakat dan umatnya yang hanya mementingkan diri sendiri dan mengorbankan orang lain dalam praktek hidup sehari-hari. Kritikan Yakobus itu juga bisa berlaku bagi kita semua yang mengaku sebagai orang kristen, tetapi tidak mempraktekan ajaran kasih Yesus dalam kehidupan sehari-hari, bahkan punya kecenderungan untuk menindas orang lain yang lebih lemah dan tak berdaya (bdk Yak 5:1-6).Bagaimana dengan kita ? Bukankah terkadang kita merasa menjadi orang paling suci dan benar karena telah ikut Yesus ? Sehingga sering kita juga kurang menghargai orang-orang yang bukan murid Yesus, seolah-olah Allah hanya milik kita saja. Semoga melalui bacaan hari ini, kita masih punya kesempatan untuk mengikuti ajakan Yesus untuk menaggalkan semua itu, lebih baik melepaskan semua penghalang bagi hidup bersama kasih Tuhan daripada hidup dalam penderitaan kekal. Semoga.




