
Bacaan 1: Yes 50:5-9a; Bacaan 2 : Yak 2:14-18 Injil : Mrk 8:27-35
SIAPAKAH AKU INI ?
“Siapakah aku ini ?” Dipertanyakan oleh Yesus sampai dua kali kepada para murid Nya, tentu punya maksud yang sangat penting. Pertama ditanyakan Nya “Kata orang, siapakah Aku ini ?” (Mrk 8:27b) dan pertanyaan kedua lebih ditujukan kepada murid-murid Nya sendiri “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” (Mrk 8:29) Pertanyaan pertama dijawab para murid : "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi." (Mrk 8:28). Mengapa mereka mengatakan demikian ? karena orang banyak hanya melihat Yesus seperti apa yang mereka lihat dan apa yang telah Ia lakukan pada mereka. Ia mengajar agar orang bertobat - karena Kerajaan Surga sudah dekat, Ia menyembuhkan yang sakit, Ia menghidupkan yang mati, Ia memberi makan banyak orang, Ia membuat mujizat yang menakjubkan dll. Tetapi sebagai murid Jesus yang tentunya punya hubungan pribadi dengan Sang Guru, pertanyaan kedua lebih bersifat pribadi “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Dengan lantang Petrus segera menjawab : "Engkau adalah Mesias!"(Mrk 8:29). Petrus membayangkan Yesus sebagai Mesias yang dalam bahasa Ibrani berarti “orang yang diurapi atau yang dikuduskan”. Mesias yang sudah lama dinanti-nantikan - Sang Pembebas. Orang yang akan membebaskan mereka dari penderitaan sebagai bangsa terjajah dan akan membawa mereka dalam kemuliaan. Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia. Tetapi gambaran Petrus itu ternyata salah besar, bahkan Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit sesudah tiga hari (bdk Mrk 8:30-31) Petrus tentu sulit menerima penjelasan yang sangat berbeda dengan apa yang dia bayangkan tentang Mesias, sehingga ia berani menarik Yesus kesamping dan menegor Nya. Yesus justru marah kepada Petrus : "Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia." (Mrk 8:33b) Seandainya pertanyaan yang sama Dia tanyakan pada anda dan saya, apa jawaban pribadi masing-masing dari kita ? Apakah Dia yang telah membebaskan kita dari dosa ? Dia yang telah menyembuhkan ? Dia yang memberi rejeki setiap hari ? Dia yang menjanjikan keselamatan ? Apakah hanya itu yang kita pahami tentang Dia ? Justru melalui bacaan Injil hari ini, Dia menghendaki kita mengikuti teladan Nya, mau menanggung penderitaan, berkurban bagi sesama, tidak hanya mementingkan diri sendiri. Yesus berkata : “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Mrk 8:34) Yakobus dalam suratnya menegaskan bahwa iman akan Yesus haruslah dinyatakan dalam perbuatan sehari-hari “ .. iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” (Yak 2:17b). Semoga kita tidak hanya mengaku sebagai orang Kristen (= menjadi murid Kristus Yesus), tetapi juga mau melakukan teladan yang Dia berikan dalam kehidupan sehari-hari kita ditengah keluarga dan masyarakat, sehingga iman kita menjadi hidup dan tidak mati. Semoga.




