
LEBIH BERHARGA YANG BAKA
Bacaan 1 : Kel 16: 2-4, 12-15. Bacaan 2 : Ef 4: 17, 20-24. Bacaan Injil : Yoh 6: 24-35.
Perjalanan bangsa Israel keluar dari Mesir melalui padang gurun sungguh sangat berat, berbahaya, melelahkan, membosankan dan terus dihantui lapar dan dahaga. Sekitar dua juta orang melakukan perjalanan beserta seluruh harta benda termasuk kambing, domba, lembu dan unta membentuk barisan sepanjang puluhan kilometer! Mereka terus bersungut-sungut dan berkeluh kesah membandingkan kondisi perjalanan yang sangat berat itu dengan kehidupan di Mesir yang walaupun diperbudak & ditindas oleh Firaun, tapi relatif ‘lebih enak’ karena masih mudah memperoleh daging dan roti. Ujian penderitaan fisik seperti itu hanya bisa menghasilkan buah yang berharga kalau disikapi dengan iman: yaitu dengan menjalani hidup menurut hukumNya; Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak. (Kel 16:4). Sudahkah kita melihat kebesaran dan kemahakuasaanNya? Bisakah kita merasakan kebaikanNya? Mampukah kita bersyukur dan berusaha melakukan kehendakNya? Betapapun beratnya penderitaan dan puasa yang dilakukan tanpa penghayatan iman hanya akan menghasilkan kegalauan, lapar dan dahaga! Santo Paulus sebagai orang Farisi tulen yang sudah ‘kenyang’ menganiaya pengikut Kristus, setelah bertobat dan mengenal kristus serta mengalami kasih karuniaNya, menganggap semua kemegahan duniawi itu sebagai sampah; dia menyampaikan nasihatnya kepada jemaat di Efesus: Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia. Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus. Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus, yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. (Ef 4:17, 20-24).Manusia memang tidak dapat melepaskan diri dari kebutuhan fisik: makan-minum, karir-pekerjaan, hobi, dsb. tapi maukah kita merenungkan peran Allah dalam hidup kita? Menyadari bahwa yang tak tampak itu lebih berharga dari pada yang kelihatan? Apakah kita melakukan kegiatan rohani dengan tulus hati atau ada pamrih duniawi dibaliknya? Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya." (Yoh 6:26-27).Perlu usaha keras, kepasrahan dan kesetiaan untuk menjadi pengikut Kristus yang baik; yang jelas kita sudah tahu dengan pasti kemana harus menyandarkan hidup kita. Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi (Yoh 6:35).




