
TUHAN HADIR
Tgl. 27 Ags 2010 Gunung Sinabung di dataran tinggi Karo, Sumatera Utara, meletus. Ini letusan pertama sejak th. 1600. Akibat letusan itu, 12.000 warga dievakuasi. Sejak itu Gunung Sinabung tdk berhenti meletus. Tgl. 23 Nop 2013 Gunung Sinabung kembali meletus dgn membentuk kolom awan setinggi 8000 meter dan memaksa penduduk 21 desa dan 2 dusun mengungsi. Letusan dahsyat terjadi lagi pd 4 Jan 2014 yg menewaskan 14 penduduk dan ribuan penduduk harus mengungsi. Kondisi para pengungsi sangat memprihatinkan. Mereka tinggal di tenda-tenda dgn perlengkapan seadanya. Pemerintah daerah dan pemerintah pusat terkesan "absen". Banyak pihak bertanya di mana "kehadiran negara" di saat warganya mengalami bencana. Baru tgl. 23 Jan 2014 Presiden SBY mengunjungi pengungsi gunung Sinabung. Sbg negara yg rawan bencana - banjir, gunung meletus, tanah longsor, kebakaran hutan - dan masalah lain, seperti : teroris, narkoba, konflik antar kelompok, ijazah palsu, kekerasan dlm rumah tangga, kekerasan terhdp anak, dll peran negara / kehadiran negara amat diperlukan ! Bacaan injil hari ini (Mrk 4:35-40) berceritera ttg pengalaman para murid ketika dihantam taufan dahsyat di tengah danau Galilela. Semula mereka berencana mau beristirahat setelah seharian menemani Yesus selesai mengajar ttg Kerajaan Allah kpd banyak orang. Yesus ikut juga dlm perahu. Dan krn sdh sangat lelah, Yesus tertidur lelap. Di saat itulah datang angin topan yg sangat dahsyat, yg hampir saja menenggelamkan perahu. Para murid panik dan langsung membangunkan Yesus. Melihat situasi yg membahayakan itu, Yesus dgn kuasaNya memerintahkan angin dan ombak utk berhenti dan tenang. "Lalu angin itu reda dan danau menjadi teduh sekali" (ayat 39). Kepanikan langsung berubah menjadi ketenangan; ketakutan menjadi kegembiraan; bahaya menjadi harapan. Apa yg bisa kita pelajari dari bacaan injil hari ini ? 1) Setelah seharian mengajar, Yesus meminta muridNya naik ke perahu utk bertolak ke seberang dgn tujuan beristirahat (ayat 35). Dlm kehidupan ini perlu ada keseimbangan. "Ada waktu utk bekerja, ada waktu utk beristirahat .. ada waktu utk berbicara, ada waktu utk berdiam diri" (Lihat Pengkhotbah 3:1-15). 2) Perjalanan hidup kita kadangkala diterpa ombak bahkan topan yg dahsyat. Di tengah topan kehidupan itu, "bangunkanlah Yesus" (ayat 38), mintalah kpdNya utk meredakan topan kehidupan itu. Dan seperti Yesus mampu meredakan "taifun yg sangat dahsyat" di danau Galilea, Dia pasti mampu juga meredakan topan kehidupan kita. 3)Dalam perjalanan hidup kita,"Yesus kadang-kadang seperti tidur" (ayat 38) dan seakan membiarkan kita berjalan sendirian. Kitapun merasa seakan kita bergumul sendiri menghadapi problem kehidupan ini. Tapi yakinlah, "Tuhan selalu hadir" di manapun kita berada, ke manapun kita pergi, apapun yg kita perjuangkan. "Sekalipun aku berjalan dlm lembah kekelaman, aku tdk takut bahaya, sebab Engkau besertaku" (Mzm23:4). Inilah keyakinan kita : Tuhan kita adalah "Emmanuel" - Tuhan bersama kita !!
Bacaan I : Ayb 38:1.8-11; Bacaan II : 2 Kor 5:14-17; Injil : Mrk 4:35-40.




