HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS
Pesta ini ditetapkan Paus Urbanus IV pada 8 Sept. 1264 sbg "Sollemnitas Sanctissimi CorporisChristi" (Hari Raya Tubuh Kristus yg mahakudus) atau disingkat "Corpus Christi". Penetapan ini didahului 2 peristiwa penting, yaitu 1) Penampakan Tuhan Yesus kpd Suster Yuliana dari Liege - Belgia (kemudian bergelar "Santa Yuliana") pd thn. 2016. Dlm penampakan itu Tuhan Yesus meminta agar Gereja merayakan Hari Raya Sakramen Mahakudus. Beberapa thn kemudian Suster Yuliana menyampaikan penampakan itu kpd Uskup Liege, Mgr Robert de Thournee disaksikan oleh Jacques Pantaleon - Diakon Agung Liege - yg kemudian menjadi Paus Urbanus IV. Mgr Robert memutuskan agar Hari Raya Sakramen Mahakudus dirayakan di seluruh wilayah keuskupannya. 2) Thn. 1263 Pastor Petrus dari Praha / Cekoslowakia - berziarah ke Roma utk mendptkan kekuatan ttg kehadiran nyata Kristus dlm Ekaristi. Krn masa itu muncul ajaran sesat Berengarianisme, yg tdk mengakui kehadiran Kristus. Ketika Pastor Petrus mengucapkan "INILAH TUBUHKU" pd perayaan Ekaristi di Gereja Santa Kristina di Bolsena, tiba-tiba hosti di tangannya berubah menjadi daging dan mengeluarkan darah. Dia lalu membawa hosti yg tlh berubah menjadi daging itu kpd Paus Urbanus IV. Dan setelah diadakan penyelidikan mendalam, Paus Urbanus IV akhirnya menerbitkan BULLA TRANSITURUS DE HOC MUNDO pd 8 Sept 1264 yg memaklumkan agar HARI RAYA TUBUH KRISTUS dirayakan setiap tahun pd hari Kamis sesdh Hari Raya TritunggalMahakudus. Dan Paus Urbanus IV meminta St Thomas Aquinas utk menyusun teks liturgi, doa, dan madah pujian utk hari raya tersbt dan muncullah karya-karya agung seperti : "Lauda Sion", "Pange Lingua", "O Salutaris", "Panis Angelicus" dan "Tantum Ergo". Hari Raya ini biasanya dimeriahkan dgn prosesi Sakramen Mahakudus. Sejak Konsili Vatikan II, perayaan Corpus Christi berubah menjadi "Sollemnitas Sanctissimi Corporis et Sanguinis Christi"- Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Hari Raya ini mengingatkan kita akan pentingnya EKARISTI. Ekaristi mahakudus merupakan Sakramen terluhur serta puncak seluruh ibadat dan kehidupan kristiani. Ekaristi Mahakudus disebut sbg "perayaan, kurban dan perjamuan", di mana Kristus Tuhan dirayakan kehadiranNya, dikurbankan dan disantap. Berkaitan dgn 3 aspek tsb, apa makna Ekakristi bagi hidup kita ? 1) Sebagai PERAYAAN / PESTA : hendaknya kita berpartisipasi dlm perayaan Ekaristi dgn kondisi yg bersih, baik fisik maupun hati dan budi. Secara fisik, hendaknya kita berpakaian dan bersikap pantas, sebagaimana lazimnya kita jika diundang ke sebuah pesta. Demikian juga hendaknya hati dan jiwa kita bersih, agar kita pantas menerima Tuhan yg mahakudus. Gereja menganjurkan kita menerima sakramen pengakuan, jika dlm kondisi berdosa. 2) Sebagai KURBAN : Ekaristi mengingatkan kita akan kurban Kristus (sengsara, wafat dan bangkit). Oleh krn itu, hendaknya kita bersyukur atas besarnya kasih Tuhan yg mau berkurban demi keselamatan kita. Dan hendaknya pengorbanan Kristus mendorong kita utk berani berkorban dan mau berkorban melalui sikap "peduli dan berbagi". 3) Sebagai PERJAMUAN : Di dlm perjamuan Ekaristi, Kristus sendiri yg menjadi Tuan Rumah sekaligus santapan, krn Yesus memberikan Tubuh dan DarahNya dlm rupa roti dan anggur. Setiap kali kita menerima komuni kudus, kita menerima Yesus Kristus dlm diri kita. Apa yg dimakan dan diminum senantiasa mempengaruhi orang yg memakan dan meminumnya. Maka dgn menerima dan menyantap Tubuh Kristus diharapkan kita hidup dan bertindak sesuai dgn perintah dan sabda Kristus, dan dgn demikian menjadi sahabat-sahabat Yesus. Maka semoga Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus ini membangkitkan rasa hormat kita terhdp perayaan Ekaristi serta mendorong kita utk berani dan mau berkorban melalui sikap peduli serta berbela rasa, serta sekaligus menguatkan kita utk menghidupi semangat Kristus di dlm hidup harian kita. Bersama St. Thomas Aquinas (1225-1274), marilah kita turut bermadah "Panis Angelicus fit panis hominus .. ... duc nos quo tendimus ad lucem quam inhabitas" Roti Malaikat menjadi santapan manusia ... ... antarlah kami ke Cahaya di mana Engkau berada".




