
KASIH YANG SEMPURNA
Mengasihi berarti menghendaki kebaikan dan kebahagiaan bagi yang dikasihi dan sebaliknya tidak menghendaki celaka menimpa orang yang dikasihi; melimpahi segala yang baik dan mencegah agar tidak tertimpa celaka! Begitulah kasih Allah yang sempurna. Ketika umatNya melakukan kekejian, memberontak tidak memperhatikan hukumNya, berkali-kali Dia mengutus para Nabi untuk mengingatkan umat kesayanganNya itu, namun mereka diejek, dianiaya dan bahkan dibunuh; oleh karena itu Allah menggerakkan orang Kasdim menghukum dan menawan mereka sebagai budak. Mereka membakar rumah Allah, merobohkan tembok Yerusalem dan membakar segala puri dalam kota itu dengan api, sehingga musnahlah segala perabotannya yang indah-indah. Mereka yang masih tinggal dan yang luput dari pedang diangkutnya ke Babel dan mereka menjadi budaknya dan budak anak-anaknya sampai kerajaan Persia berkuasa. (Taw 36:19-20).
Allah tidak menghendaki kemusnahan umatNya, karena itu setelah masa penghukuman itu berlalu, kembali Allah memakai tangan Raja Persia yang tidak mengenalnya untuk mengembalikan umatnya itu dari pembuangan. Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu utk menggenapkan firman yg diucapkan oleh Yeremia, shg disiarkan di seluruh kerajaan Koresh scr lisan & tulisan pengumuman ini: "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku utk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yg terletak di Yehuda. Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, TUHAN, Allahnya, menyertainya, & biarlah ia berangkat pulang! (Taw 36:22-23).
Allah tidak membiarkan umatNya hilang musnah karena dosa. Maut sebagai akibat hukuman dosa yang tidak mungkin diselesaikan oleh usaha manusia ditebusnya sendiri melalui pengorbanan Yesus Kristus, Sang Putra tunggal terkasih untuk memulihkan harkat manusia sesuai rancangan semula sebagai anak Allah!Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia. (Yoh 3:14-17).
Walaupun tidak layak dan tanpa jasa, namun dengan kasih yang sempurna Allah berkenan menebus hidup kita dan menganugerahi kita menjadi anakNya. Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita - oleh kasih karunia kamu diselamatkan - dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus. Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah. (Ef 2:4-8).Kasih yang sempurna, yang tidak mungkin bisa kita balas selain dengan bersyukur dan berserah diri seutuhnya kepadaNya




