Sifat ingin tahu adalah bawaan manusia dan itu memang sangat diperlukan untuk mempelajari dan menaklukkan bumi seperti FirmanNya: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." (Kej 1:28).
Allah membekali manusia dengan akal budi untuk digunakan dengan bijak sesuai kehendakNya, namun Allah juga memberi kehendak bebas kepada ciptaan istimewa ini; karena itu perlu ada rambu-rambu untuk mengatur hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antar manusia seperti yang difirmankan Allah dalam perintahNya melalui Musa dari perintah yang pertama “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku” sampai yang terakhir “Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu." (Kel 20:3,17).
Namun, godaan hawa nafsu keserakahan & kekuatiran /keengganan menderita sering membuat manusia lupa diri & menyimpang dr tujuannya; berebut ‘rejeki’ dgn menggunakan segala cara, termasuk menyuap, memeras & mengancam, bahkan demi mengeruk keuntungan besar scr mudah mereka berani menjual ‘barang & jasa’ yg akan dipersembahkan kpd Allah di pelataran Bait Suci! Tentu kelakuan ini tdk bisa ditoleransi oleh Yesus. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." Maka teringatlah murid-murid-Nya,bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku." (Yoh 2:15-17).
Allah menciptakan segalanya baik, dan manusia sebagai ciptaan termulia menurut citraNya diberi keistimewaan melebihi ciptaan lainnya; bukan hanya kecerdasan akal budi, tapi juga kesempatan untuk dekat dan bersatu denganNya; karena kasihNya yg besar, Dia memberi wahyu & pengajaran kpd umat kesayangannya agar bisa hidup berkenan dihadapanNya! Namun mereka menyalahgunakan berkat istimewa itu; wahyu & nubuat yg disampaikan kpd Umat Pilihan bukan dijadikan sarana belajar utk mendengar dgn rendah hati, menyadari kesalahan & bertobat, mereka justru menuntut bukti: menguji & akhirnya melawan Allah! Sedangkan ilmu pengetahuan & teknologi tinggi justru semakin menjauhkan org Yunani dari Allah yg dicarinya, krn mereka hanya fokus mencari materi duniawi yg mengarah pada kekuasaan & kesombongan! Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat, tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah. Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia (1 Kor1:22-25).
Peraturan sudah ada, namun nafsu dan kesombongan menuntut ego kedagingannya dipuaskan; perlu kearifan untuk melihat hukuman kekal yang tersembunyi dibalik kenikmatan fana, perlu kearifan untuk berani mencari kemuliaan dibalik penderitaan. Masa prapaska ini saat yang tepat untuk melatih raga dan jiwa untuk menyadari keterbatasan diri sambil mengakui kebesaran dan kebaikanNya serta mempercayakan /menyerahkan hidup kita dalam penyelenggaraanNya dengan penuh rasa syukur!




