Kalau kita menyimak bacaan injil hari ini (Mrk 1:14-20), sebenarnya terdiri dari 2 bagian. Bagian pertama mengenai kotbah Yesus di Kapernaum daerah Galilea (bdk. Mt 4:13), sedangkan bagian kedua mengenai panggilan 4 murid pertama, yaitu Petrus dan Andreas, lalu Yakobus dan Yohanes. Kotbah perdana Yesus di Galilea hanya terdiri dari 3 kalimat singkat, padat dan jelas : 1) Waktunya telah genap; 2) Kerajaan Allah sdh dekat; 3) Bertobatlah dan percayalah kpd injil. (Mrk 1:15). Berbeda dgn harapan banyak orang bhw pembawa Khabar Gembira akan muncul di Yudea, ternyata Dia muncul di Galilea, sesuai ramalan Yesaya : "Tanah Zebulon dan Naftali (=Galilea) ..telah terbit Terang" (lht Mt 4:15-16 - Yes 8:23-9:1). Yesus tampil setelah Yohanes Pembaptis ditangkap seakan menunjukkan sebuah "serah-terima" perutusan, yg dimulai oleh Yohanes dan kini diteruskan dan disempurnakan oleh Yesus. Kata "waktu" atau "Kairos" (bah. Yunani) adalah sebuah momentum penting dari sejarah keslamatan atau klimaks dari rangkaian waktu yg direncanakan Allah. Klimaks itu terjadi ketika "Allah mengutus AnakNya, yg lahir dari seorang perempuan dan takluk kpd hukum Taurat. Ia diutus utk menebus mereka, yg takluk kpd hukum Taurat, spy kita diterima menjadi anak" (Gal 4:4). Lalu Yesus menegaskan bhw Kerajaan Allah sdh dekat (Mrk, 1:15) atau lebih tepat "Kerajaan Allah sdh ada" ! Org Yahudi merindukan datangnya kerajaan Allah, krn sampai saat itu mereka dijajah oleh Kekaiseran Romawi. Ketika Yesus memberitakan ttg "Kerajaan Allah sdh dekat", maka berita itu sungguh menggembirakan. Maka dpt dikatakan: "kerajaan Allah" sama dgn "berita gembira" atau "injil" ! Kerajaan Allah sering juga disebut "kerajaan surga" karena Allah memerintah dari surga. Apa yg dimaksudkan dengan kerajaan Allah (=basilea) ? Kerajaan Allah berarti Allah sedang bertindak dan berkarya di tengah umatNya atau Allah menguasai dan memimpin umatNya. Maka kerajaan Allah bkn sebuah pengertian "wilayah", melainkan "penguasaan" atas umatNya. Umat dituntut utk menyerahkan diri seutuhnya kpd Allah. Mereka hrs "meninggalkan segala-galanya dan mengikuti Yesus", seperti kisah ttg panggilan 4 murid pertama. Hukum yg paling utama dlm kerajaan Allah adalah KASIH. Dan setiap org menyerahkan diri kpd Allah hrs memiliki sifat-sifat : lembah lembut, kemurnian hati dan kesucian hati (bdk. Sabda Bahagia, Mt, 5:3-11). Atau sesuai poin ke-3, dari kotbah perdana Yesus bhw seseorg hrs "bertobat" ! Bertobat atau "metanoein" bkn cuma sebuah tindakan tobat, melainkan sebuah perubahan total - berbalik 180 derajat dari cara hidup yg lama. Bdk dgn Kisah orang Ninive dalam bacaan I atau ajakan Rasul Paulus dlm bacaan II. Itulah pertobatan ! Lalu apa yg dapat kita petik dari bacaan-bacaan hari ini ? 1) Waktu atau momentum itu sangat berharga ! Kalau org Ninive tdk mendengarkan nasihat Yunus, maka kota Ninive akan hancur. Namun org Ninive sungguh memanfaatkan "waktu", yg diberikan Allah kpd mereka utk bertobat. 2) Kerajaan Allah artinya "Allah yg sungguh merajai hidup kita". Bukti bhw Allah merajai hidup kita jika kita menyerahkan seluruh hidup kita kpd penyelenggaraan Allah; jika kita hidup sesuai dgn hukum Allah yaitu hukum kasih. 3) Penyerahan diri kpd Allah ditunjukkan dgn sikap "meninggalkan hal-hal yg mungkin menyenangkan diri kita (=jala), dan mengikuti Yesus". Mengikuti Yesus artinya : "menyangkal dirinya, memikul salib, lalu mengikuti Yesus" (lht Mt 16:24). Sikap 4 murid pertama, ketika dipanggil Yesus langsung meninggalnya jalanya dan org-org upahannya lalu mengikuti Yesus adalah contoh nyata ttg bagaimana sikap seorg pengikut Yesus. Semoga kita juga demikian !




