Saya kenal banyak romo yang senang menggoda ibu-ibu dengan pertanyaan nakal, anaknya boleh jadi romo atau suster atau tidak? Mungkin para romo itu berpikir bahwa dibanding bapak-bapak, ibu-ibu lebih mempunyai kelekatan emosional dengan anak. Kalau ibu bilang tidak, emang bapak bisa bilang apa? Tentu sah saja untuk merelakan atau tidak merelakan sang anak untuk menjalani hidup panggilan.
Bapa Yosef dan Bunda Maria memilih mempersembahkan Yesus (waktu itu pasti diduga sebagai si sulung) kepada Allah. Jelas ini pilihan, karena hukum Taurat hanya mengatakan “boleh” (tidak wajib). Tetapi begitu dipersembahkan, si sulung (termasuk sulung hewan peliharaan dan panen perdana) langsung menjadi “hak bangsa” sebagai representasi “hak Allah”. Dalam kepercayaan Israel, anak, terlebih sulung laki-laki, adalah berkat. Dan bila ada satu pasangan berdoa mohon keturunan, dan kemudian mendapatkan anak laki-laki, maka ada semacam kewajiban moral bagi keluarga itu untuk mempersembahkan kembali anak itu kepada Allah.
Hari ini Gereja merayakan Pesta Keluarga Kudus. Dari bacaan yg dipilih, kita bisa menduga apa yg dikehendaki Gereja dgn pesta ini. Gereja seperti hendak mengatakan, tempatkan segala urusan, dari yg terkecil hingga yg terbesar, dalam relasi dengan Tuhan. Bagi satu pasangan suami istri, urusan apa sih yang lebih besar dibanding urusan anak?
Saya kenal banyak romo yang senang menggoda ibu-ibu dengan pertanyaan nakal, anaknya boleh jadi romo atau suster atau tidak? Mungkin para romo itu berpikir bahwa dibanding bapak-bapak, ibu-ibu lebih mempunyai kelekatan emosional dengan anak. Kalau ibu bilang tidak, emang bapak bisa bilang apa? Tentu sah saja untuk merelakan atau tidak merelakan sang anak untuk menjalani hidup panggilan.
Bapa Yosef dan Bunda Maria memilih mempersembahkan Yesus (waktu itu pasti diduga sebagai si sulung) kepada Allah. Jelas ini pilihan, karena hukum Taurat hanya mengatakan “boleh” (tidak wajib). Tetapi begitu dipersembahkan, si sulung (termasuk sulung hewan peliharaan dan panen perdana) langsung menjadi “hak bangsa” sebagai representasi “hak Allah”. Dalam kepercayaan Israel, anak, terlebih sulung laki-laki, adalah berkat. Dan bila ada satu pasangan berdoa mohon keturunan, dan kemudian mendapatkan anak laki-laki, maka ada semacam kewajiban moral bagi keluarga itu untuk mempersembahkan kembali anak itu kepada Allah.
Hari ini Gereja merayakan Pesta Keluarga Kudus. Dari bacaan yg dipilih, kita bisa menduga apa yg dikehendaki Gereja dgn pesta ini. Gereja seperti hendak mengatakan, tempatkan segala urusan, dari yg terkecil hingga yg terbesar, dalam relasi dengan Tuhan. Bagi satu pasangan suami istri, urusan apa sih yang lebih besar dibanding urusan anak?




