Seorang tetangga tampak jengkel dan kesal karena menunggu cukup lama dan tidak ada seorangpun yang membukakan pintu ketika dia pulang dari luar kota. Dia dan istrinya sudah memencet bel berkali-kali, menelpon berulang-ulang dan mengetuk pintu berulang-kali. Ketika ditanya, apakah mereka tidak bawa kunci rumah ? “Ini sudah berkali-kali kami alami. Pernah kami berdua pulang dari misa malam, pembantu kami tertidur lelap sehingga butuh waktu lama untuk membangunkannya. Pernah juga kami pulang dari olah raga pagi, ternyata rumah kami kosong karena pembantu yang kami tinggalkan untuk menjaga rumah justru pergi bertandang ke rumah tetangga, sehingga kami harus menunggu lama untuk bisa masuk ke rumah. Karena itu kami putuskan untuk membawa kunci pintu sendiri dan tidak mengandalkan pembantu” Itu tindakan yang bagus, tetapi mengapa malam ini tidak bisa masuk ke rumah juga ? “Ya, ternyata pembantu kami tidak mencabut kunci pintu dari dalam ketika dia tidur, sehingga kami tidak dapat membukanya dari luar” Injil Markus hari ini masih berbicara dalam rangkaian “khotbah tentang akhir jaman” "Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba. Dan halnya sama seperti seorang yang bepergian, yang meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggung jawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penunggu pintu supaya berjaga-jaga. Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu bilamanakah tuan rumah itu pulang, menjelang malam, atau tengah malam, atau larut malam, atau pagi-pagi buta, supaya kalau ia tiba-tiba datang jangan kamu didapatinya sedang tidur. Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua orang: berjaga-jagalah!" (Mrk 13:33-37) Betapa jengkel dan kesal, ketika tuan yang bepergian itu pulang dan didapati hamba-hambanya sedang tidur. Karena itu Yesus mengatakan agar kita semua selalu “berjaga-jaga” karena kedatangan Nya kembali pada akhir jaman dan secara khusus pada akhir dari kehidupan setiap dari kita tidak dapat dipastikan kapan, bagaimana dan dimana. Jangan sampai pada waktu Dia datang, justru iman kepercayaan kita pada Nya sedang tertidur lelap karena terlena oleh bujuk-rayu si iblis, atau justru kita sedang meninggalkan Dia karena terlalu asik dengan daya tarik dunia yang menggoda, atau bahkan kita telah mengunci pintu hati kita karena menolak kasih Nya. Setiap dari kita akan mengalami kedatangan Nya kembali pada akhir kehidupan kita masing-masing, sejauh mana kita telah mempersiapkan diri dan berjaga-jaga menantikan Dia ? Akhir kehidupan tidak dapat ditentukan waktunya, setiap saat dapat saja datang seperti pencuri (bdk Mat 24:42-44). Hiduplah seolah-olah waktunya akan segera tiba, sang tuan akan segera pulang, Dia akan datang untuk kedua kalinya, maka seperti apa yang dipesankan Yesus :”berjaga-jagalah !”. Semoga dalam masa penantian ini, kita akan dipenuhi oleh kasih karunia Nya dan diteguhkan sampai pada kesudahannya, sehingga kita tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus (bdk 1 Kor 1:4-9). Amien




