Seorang teman bercerita bahwa ia sekarang sudah berhenti merokok dan sudah berhasil melakukannya lebih dari 3 bulan. Luar biasa, karena ia menjadi perokok berat sudah 30 tahun, segala upaya istri dan anak-anak untuk menghentikan kebiasaannya selalu sia-sia.
Apa rahasianya ? Ternyata Tuhan telah mengubah hidupnya dalam suatu seminar rohani yang diikutinya 3 bulan yang lalu. Satu rangkaian ayat yang berbunyi : ” Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu” (1Kor 3:16-17).
Kedua ayat itu membuka mata-hatinya dan terus terngiang-ngiang dalam pikirannya selama 3 hari mengikuti seminar itu, seolah-olah Tuhan sendiri yang mengatakan kepadanya : “Bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu”
Ia bergumul dalam hatinya : “Bagaimana aku dapat menjadi tempat yang kudus, kalau aku terus merusak dan meracuni diriku selama ini, bukan hanya dengan rokok tetapi juga dengan segala perbuatan dosa yang telah ku lakukan ? “ Ternya itulah yang telah memotivasi dirinya untuk berbalik arah dan berusaha sekuat tenaga dengan pertolongan Allah untuk menjadikan tubuh, jiwa dan rohnya sebagai tempat Roh Allah bertahta.
Yesus sangat marah ketika Ia melihat Bait Suci dijadikan tempat untuk berdagang lembu, kambing domba dan merpati serta menjadi tempat para penukar uang (bdk Yoh 2:14).
Bait Allah yang seharusnya menjadi pusat kehidupan dan menjadi lambang agama kaum Yahudi, ternyata tidak bebas dari korupsi dan nafsu kekuasaan. Untuk mempersembahkan kurban-kurban seturut ketentuan agamanya, orang Yahudi perlu pelayanan para imam. Otoritas dan kuasa para imam kepala untuk menerima persembahan dan derma dari orang-orang Yahudi, menerima pajak yang dibayar para pedagang hewan dan penukar uang, membuat mereka telah melakukan pembiaran penyalah-gunaan Bait Suci.
Pedagang hewan menjual binatang untuk kurban bakaran dan penukar uang menawarkan pertukaran uang asing dengan uang Yahudi, satu-satunya mata uang yang diterima sebagai sarana membayar pajak Bait Suci.
Yesus mengusir mereka semua dan berkata : "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan." (Yoh 2:16) Praktek mengambil keuntungan dan menggunakan Bait Allah seperti yang dilakukan, telah merusak makna sesungguhnya dari Bait Allah itu sendiri, sebagai tempat paling suci dimana tempat Allah bertahta dan tinggal.
Demikian pula hidup kita, yang seharusnya menjadi Bait Allah, telah kita salah-gunakan dan kita biarkan terjerumus untuk mengejar kekuasaan, kenikmatan dan harta duniawi demi kepentingan kita pribadi.
Yesus telah membuktikan bahwa Dia adalah Bait Allah sejati yang hidup, yang didirikan Nya kembali melalui kebangkitan Nya setelah 3 hari dihancurkan melalui sengsara dan wafat Nya (bdk Yoh 2:19, 22). Kita sebagai murid Kristus juga diangkat sebagai Bait Allah tempat kediaman Roh Allah, dan diharapkan dari sanalah mengalir air kasih yang menghidupkan, membawa suka cita dan kesejahteraan bagi semua orang disekitar kita (bdk Yeh 47:9, 12). Amien




