Siapa orang yang tidak memiliki beban hidup? Pada umumnya orang akan mengatakan bahwa dirinya masih merasa “kurang ini dan kurang itu”. Ia masih memiliki beban atau tanggungan yang harus diselesaikan atau dibereskan. Seorang ibu rumah tangga yang mendidik dan mengantar anak-anaknya menjadi sarjana masih dibebani pikiran tentang jodoh anaknya atau karier anak-anaknya. Meskipun sudah menjadi pengusaha yang sukses, orang masih dibebani oleh pikiran tentang masa depan atau kelangsungan perusahaan atau jaminan kesejahteraan karyawan yang telah berjuang bersamanya membantu usaha. Orang yang sukses dalam karier, tetapi masih terbebani dengan masa depan anaknya atau cucunya atau tentang kesehatannya yang menurun digerogoti usia tua. Seorang karyawan atau pegawai kecil yang penghasilannya pas-pasan tentu dibayangi tentang hari esok apakah dapat mencukupi kebutuhan rumah tangganya atau tidak. Demikian pula dengan orang muda yang harus memikirkan dan membangun masa depannya. Beban hidup memang selalu menyertai setiap orang selama hidupnya.
Yesus justru menyatakan, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat 11: 28). Semua orang diundang oleh Yesus utk datang kepada-Nya, lewat doa, saat merenung, ke gereja utk datang agar beban2 hidup itu menjadi ringan. Bukan hanya itu, beban-beban hidup itu akan menjadi nyaman danmenyenangkan. Pasalnya, beban hidup merupakan bagian yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan setiap orang. Sakit, kesusahan, merasa kurang ini dan itu, menjadi tua, dan akhirnya nanti menjadi mati merupakan konsekuensi hidup manusia. Semuanya itu digariskan untuk dipikul dan diatasi dengan usaha dan kerja sehingga dapat diatasi dan berhasil baik. “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan” (ayat 29). Kata kuncinya adalah motivasi. Kita menjalani semua usaha itu untuk mengatasi beban-beban hidup bersama Yesus. Rasa cinta kepada Yesus yg telah datang, menderita sengsara & bangkit dari alam maut dpt menjadi semangat & daya dorong yg kuat agar orang mjd manusia yg teguh & tahan banting serta berhasil.
Menjadi manusia yang berhasil tentu memerlukan proses belajar selama hidup. Kekhawatiran hidup dan beban-beban pikiran harus diatasi dengan keyakinan iman bahwa Yesus bersama kita setiap hari. Ia solider dengan umat-Nya dengan bersama-sama memikul beban-beban hidup sebagai akibat dosa dan kesalahan juga karena Salib (kesulitan dan penderitaan yang diakibatkan oleh keadaan atau orang lain). Bersama Yesus, kita bisa mengatasi semua beban hidup kita




