Di Turki ada satu provinsi beranama Anatolia. Provinsi kering berbatu ini termasuk satu daerah tujuan wisata rohani yang cukup penting. Sekitar 2000 tahun silam ada dua kota penting di sana, Derbe dan Lystra, yang menjadi pusat misi awal Gereja. Ketika Rasul Paulus datang pertama kali di Derbe, di sana sudah ada jemaat kristen, dipimpin oleh Timotius. Minimal ada dua surat yang dikirimkan Rasul Paulus kepada tangan kanannya itu dari Macedonia. Bacaan kedua hari ini diambil dari bagian akhir surat tersebut. Bagian tersebut ditulis dengan sangat personal sekaligus emosional, yang berarti juga sangat jujur. Disebutkan bahwa Rasul Paulus sudah siap mati dalam kebanggaan sempurna, karena merasa telah menjalankan misi yang diterimanya langsung dari Tuhan. Rasul Paulus berbangga karena Tuhan sendiri yang memastikan suksesnya dalam menjalankan tugas. Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Hari ini kita merayakan Hari Raya St. Petrus dan Paulus, dua rasul agung Gereja. Bacaan Injil hari ini menunjukkan bagaimana Tuhan Yesus “menahbiskan” Rasul Petrus sebagai pemimpin pertama Gereja. Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak
akan menguasainya. Pilihan dan pentahbisan itu diberikan karena Rasul Petrus-lah yang paling tepat memahami, dengan hati dan pikirannya, bahwa Yesus adalah Tuhan dan Mesias. Apakah itu sebuah prestasi bagi Rasul Petrus?
Ya dan tidak. Tidak karena bukan dari dirinya sendiri dia bisa mengenal Tuhan. Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Tetapi juga harus dikatakan ini sebuah “prestasi”, karena wahyu Tuhan sangat menuntut keterbukaan manusia. Artinya, di satu sisi Bapa memang menyampaikan sesuatu (wahyu) pada Rasul Petrus, dan Rasul agung ini menyambut dan menanggapi (iman) perwahyuan ini dengan hati dan pikiran terbuka. Hari raya ini mengirimkan dua pesan besar bagi kita. Pertama bahwa Gereja kita hidup atas sandaran iman akan Yesus sang Mesias. Menjadi kristen dan menggereja berarti membuka hati, menerima, dan mengamini wahyu bahwa Yesus adalah Mesias. Rasul Petrus bagi kita menjadi model utama, bagaimana beriman dengan sepenuh kesadaran, perhatian, dan pemikiran. Tetapi itu tidak cukup. Beriman juga berarti menjadi saksi tentang Yesus Sang Mesias. Rasul Paulus menjadi model untuk bagian ini. Betapa pun rasul ini tidak pernah bertemu muka dengan Yesus dari Nazaret, tetapi dia bisa dengan sepenuh hati mengimaninya, bahkan kemudian menjadi pewartanya yang militan. Rasul Paulus mengadakan empat kali perjalanan di sekitar Laut Tengah (Turki, Yunani, Siprus, Macedonia, Italia), mendirikan banyak komunitas kristen (mungkin setara paroki sekarang). Hari ini kita diingatkan bahwa beriman kristen berarti seperti Petrus terbuka dan menerima kebenaran Tuhan dan seperti Paulus berani mewartakannya




