DIGEMBALAKAN SANG PEMILIK
Belakangan ini media dipenuhi berita tentang pemilu legislatif untuk memilih wakil rakyat di parlemen baik pusat (DPR) maupun provinsi dan kabupaten/kota. Bisa kita saksikan betapa para calon pemimpin itu berebut mempromosikan diri agar dipilih oleh rakyat konstituen-nya dengan menggunakan segala cara; dari yang halal sampai yang tidak! Konon dimulai dengan ‘serangan’ (baca: pemberian uang) magrib, di-‘counter’ dengan serangan malam, dilanjutkan dengan serangan fajar, serangan subuh dan terakhir langsung ditunggu dan ‘diserang’ di pintu TPS (Tempat Pemungutan Suara). Cara kotor itu juga menodai pikiran rakyat, sehingga ada kampung yang pasang spanduk dengan tulisan “Disini Menerima Serangan Fajar”!
Dengan cara seperti itu kita dapat mengharap Pemimpin seperti apa? Apakah mereka tidak segera ‘menuntut’ kembali biaya yang telah dihamburkan beserta bunganya?
Kalau manusia tamak berebut suara rakyat untuk bisa memimpin dengan pamrih kekuasaan dan keuntungan materi sebesar-besarnya, maka Iblis-pun berusaha merebut hati manusia dengan iming-iming harta, kekuasaan dan kenikmatan dunia, untuk menjauhkan kita dari kebahagiaan abadi bersama Bapa di Sorga!
Maukah kita memiliki Pemimpin yang hanya memperalat dan menyesatkan kita? Adakah Pemimpin yang mengasihi rakyat/umatnya dengan tulus? Yang rela mengorbankan diri demi keselamatan umatnya? Adakah Pemimpin/Gembala yang bisa dipercaya, yang menghendaki keselamatan kekal domba-dombanya selain dari Sang Pemilik sendiri? Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. (Yoh 10:7-10).
Dia sudah menebus dosa-dosa kita, sebab kita telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar! Adakah syarat mengikuti Pemimpin atau Gembala yang sekaligus Sang Pemilik itu? St. Petrus yang dipenuhi Roh Kudus memberi kesaksian: Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus." Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?" Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." (Kis 2: 36-39).
Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu. (1Ptr 2:24-25).
Pada Minggu Panggilan ini, Gereja mengingatkan kita untuk berdoa memohon kepada Sang Pemilik agar menumbuhkan benih-benih panggilan pada umat-Nya. Bapa yang maha pengasih, dampingilah para imam kami dalam menggembalakan umat-Mu agar tidak ada satu pun yang hilang. Curahkanlah Roh Kudus-Mu dalam karya dan usaha mereka sehingga mampu membuat umat-Mu semakin dekat kepada-Mu, berilah mereka kesehatan yang prima dan berkatilah juga keluarga-keluarga mereka yang telah merelakan mereka untuk melayani-Mu. Bapa, kami juga mohon agar banyak di antara kami umat-Mu yang menanggapi panggilan-Mu. Biarlah setiap orang tua merelakan anak-anaknya menanggapi panggilan-Mu untuk turut bekerja di ladang-Mu Amin.




