Pada suatu hari seorg Ibu muda mendatangi seorg Counselor. Dia mempunyai seorg anak kecil berusia 4 thn yg super aktif. Anak itu tdk pernah tinggal diam. Mainannya slalu terpencar ke mana-mana. Bahkan kursi di rumahpun dijadikan mobil-mobilan. Dia juga senang bermain air sehingga lantai basah dan licin. Kalau sdg makan, dia tdk pernah tinggal diam. Sisa-sisa makanan bisa tercecer di mana-mana. Dinding-dinding rumahpun penuh coretan-coretan. Suasana rumah benar-benar berantakan. Ketika anak kecil itu pergi tidur di malam hari, barulah Ibu itu membereskan kembali rumahnya. Dan itu pekerjaan rutin setiap hari : menyapu, pel dan mengatur kembali kursi-kursi yg berantakan. Belum lagi mencuci baju yg kotor dan menyeterika. Merasa capeh dgn pekerjaan seperti itu, sang Ibu itu minta nasehat seorg Counselor. Dgn rasa kesal dia menceriterakan situasi rumahnya yg berantakan. Setelah mendengar ceritera Ibu tadi, si Counselor berkata : "Sekarang mana yg Ibu pilih : rumah slalu teratur dan bersih, tapi hidup sendirian tanpa anak, atau hidup seperti sekarang tapi dgn anak ?" Lalu Counselor itu membacakan sebuah tulisan kecil sbb : "Mendengar istri/suami mengomel di rumah itu berarti aku masih punya keluarga; merasa lelah setiap sore, itu berarti aku masih punya pekerjaan; membersihkan piring dan gelas kotor setelah menerima tamu, itu berarti aku masih punya teman; pakaianku terasa agak sempit, itu berarti aku makan cukup; mencuci dan menyeterika tumpukan baju, itu berarti aku memiliki pakaian ... dst. Akhirnya banyak hal yg kita bisa syukuri setiap hari ". Mendengar renungan itu, si Ibu itu meneteskan air mata dan kembali ke rumahnya dgn hati penuh syukur. Bacaan injil hari ini (Lk 17:11-19) berbicara ttg BERSYUKUR. Ketika Yesus menyusur perbatasan Galilea dan Samaria – tdk dijelaskan tepatnya di mana - datang 10 org kusta : 9 org Yahudi dan 1 org Samaria. Org Yahudi biasanya bermusuhan dgn org Samaria. Namun dlm penderitaan, mereka bisa hidup bersama. Jika seseorg dinyatakan "kusta" oleh seorg imam, maka dia dianggap najis dan hrs dikucilkan di luar kampung. Dia berpakaian compang-camping, tubuh diolesi abu dan hrs berteriak : "Najis, najis agar tdk bersentuhan dgn org sehat" (bdk. Im 13:45-46). Yesus tdk menyembuhkan mereka secara langsung, melainkan menyuruh mereka memperlihatkan diri kpd imam. Sesuai hukum Taurat, hanya seorg imam yg bisa menyatakan seorg kusta sdh sembuh atau belum (bdk. Im 13). Setelah 10 org kusta itu sembuh, ternyata hanya 1 org yg kembali kpd Yesus utk mengucap syukur sedangkan 9 org tdk. Dan org itu adalah seorg Samaria. Bacaan injil hari ini, mirip dgn bacaan pertama ttg Naaman yg disembuhkan oleh Nabi Elisa. Naaman adalah Panglima Raja Aram. Setelah disembuhkan, dia mengakui bhw "tdk ada Allah kecuali di Israel" (II Raj 5:15) serta siap menyerahkan "10 talenta perak, 6000 syikal emas dan 10 potong pakaian" (II Raj 5:5). Apa makna yg kita petik dari ceritera di atas ? 1) Penderitaan akibat “kusta” menyatukan org Yahudi dan Samaria. Kondisi kita yg tercemar akibat dosa dan dislamatkan oleh wafat, kematian dan kebangkitan Kristus menyatukan kita sbg anggota gereja. 2) Ke-10 org Kusta tdk disembuhkan secara langsung, melainkan ketika mereka di dlm perjalanan. Mukjizat tdk slalu terjadi pd saat kita diam, melainkan pd saat kita "sibuk". Oleh krn itu butuh "kepekaan rohani" utk menyadari bhw kita telah mengalami mukjizat dari Tuhan. 3) Org luar (Samaria) datang mengucap syukur kpd Yesus, sementara orang sebangsanya tidak. Dlm kehidupan sehari-hari, ucapan terimakasih seringkali datang dari org lain, bkn dari anggota keluarga sendiri, rekan se-kantor atau warga lingkungan sendiri. Dkl, org lain seringkali lbh menghargai kita dp org kita sendiri. 4) Rumusan : 10 %. Dari 10 org yg disembuhkan, hanya 1 org yg mengucap syukur atau hanya 10%. Ini menunjukkan bhw lbh banyak org yg “lupa” bersyukur (90%) dp org yg “tahu” bersyukur (100 %). Atau hal lain : dari 10 “berkat” yg diterima, hanya 1 “berkat” yg menggerakkan kita utk bersyukur. Rasa syukur sama sekali tdk seimbang dgn berkat yg diterima. Pertanyaan Tuhan dalam injil hari ini : “Di manakah yg sembilan orang itu” (Lk 17:17) pantas utk direnungkan. Maka, di manakah posisi kita ?




