Dalam bacaan Injil hari ini dikisahkan Yesus mengutus 70 murid-Nya untuk mendahului Dia dan memberitakan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat. Para murid yang diutus itu diminta untuk tidak membawa bekal, untuk menyampaikan salam damai sejahtera, dan untuk tinggal dan makan minum bersama, menyembuhkan yang sakit serta menyerukan pertobatan karena Kerajaan Allah sudah dekat. Dan yang menarik adalah: apabila orang yang mendapat salam damai sejahtera itu tidak layak maka mereka tidak mendapatkan damai sejahtera itu, lalu apabila para utusan itu tidak diterima, Yesus menyuruh mereka mengebaskan debu di kaki lalu pergi.
Kisah ini ternyata sangat dekat dengan kehidupan kita, para pastor yang mendahului Yesus selalu menyampaikan salam damai sejahteranya, mendoakan kesembuhan dan kebaikan kita, sementara mereka juga mentaati kaul kemiskinan dalam hidupnya, kemudian merekapun menyerukan pertobatan pada Kerajaan Allah dlmsetiap homilinya, &ygterakhir kitapun berkumpul bersama utkmakan &minum Sakramen Maha Kudus setiap minggunya.
Semua ini menimbulkan pertanyaan dalam diri kita: Sudahlah kita mengalami damai setiap kali kita mengikuti Sakramen Ekaristi? Dan bisakah kita menerima seruan untuk bertobat itu dengan sungguh melakukan pertobatan dan perubahan dalam hidup kita? Dan kemudian keberatan-keberatan apakah yang selalu menghalangi kita untuk menerima tawaran-tawaran dari Tuhan itu?
Memang saat ini kita hidup dalam jaman yang amat berbeda dibandingkan jaman Yesus berkarya. Saat itu belum ada mal-mal yang dengan meriah menawarkan berbagai brand-brand yang memikat hati, yang dalam setiap iklannya menjanjikan kehidupan yang lebih baik kepada kita, belum lagi ditambah dengan tawaran diskon-diskon mid-year sale yang hampir tak bisa kita tolak. Padahal dalam kenyataannya, kitapun tetap harus membayar mahal untuk semua tawaran itu.
Ataukah kita perlu mengusulkan kepada dewan paroki untuk mulai menghias gereja dengan berbagai umbul-umbul, bendera dan banyak dekorasi untuk membuatnya menjadi menarik. Dan tentunya tidak lupa sebuah spanduk super besar bertuliskan: “Great Sale!!! Diskon 70% untuk kolekte anda!” Agar kita cukup tertarik untuk mulai mengambil tawaran-tawaran dari Tuhan itu?
Kembali pada pertanyaan-pertanyaan tadi, Injil hari ini mengajak kita untuk merenungkan sudah sejauh manakah kita membuka diri pada tawaran-tawaran Tuhan. Apabila kita belum merasa damai, masih penuh kekuatiran dan kurang bersyukur dalam hidup kita, mungkin kita perlu ber-refleksi, jangan-jangan kita hanya makan debu yang dikibaskan kepada orang yang tidak mau menerima Tuhan?




