Bagi kita yang telah berkali-kali mengikuti perayaan Minggu Palma, peristiwa disambutnya Yesus secara meriah pada saat Ia memasuki kota Yerusalem seringkali terasa sebagai suatu parodi. Orang-orang yang menyambut kedatangan Yesus sebagai Mesias itu terlihat sangat konyol dan menyedihkan, mereka mengharapkan Yesus akan menjadi raja, mengalahkan penguasa saat itu yang dirasakan memberatkan hidup mereka, dan berharap Mesias akan mendirikan kerajaan baru yang akan membawakan kesejahteraan bagi hidup mereka. Akan tetapi, sayangnya harapan mereka tidak terkabul... sehingga beberapa hari kemudian, mereka pula yang meneriakan: “Salibkan Dia!” saat Yesus diadili di Yerusalem. Mereka sungguh tidak dapat mengerti bahwa kerajaan Allah yang dibangun Kristus bukanlah di dunia ini.
Akan tetapi tunggu dulu... saat kita mengangkat daun palma pada hari ini, baiklah kita merenungkan... apakah yang kita harapkan dari Kristus? Jangan-jangan harapan kita tidaklah jauh berbeda pula dengan orang-orang yang bersorak-sorak menyambut Kristus. Apakah yang kita inginkan agar Tuhan lakukan dalam hidup kita? Karena seringkali kita melihat Tuhan seakan-akan sebagai pemenuh kebutuhan kita belaka.
Mungkin ada baiknya kita belajar dari paus kita yang baru, yaitu paus Fransiskus yang nama aslinya adalah Jorge Mario Bergoglio dan menjabat sebagai Kardinal Argentina sebelumnya. Paus Fransiskus memilih namanya karena ia terinspirasi oleh santo Fransiskus Asisi, seorang santo besar dari abad ke-12 yang mengatakan pernah mendapatkan bisikan Tuhan: “Perbaikilah Gereja-Ku”. Selain itu, Fransiskus Asisi juga sangat terkenal karena hidupnya yang selalu sederhana, dan motto ajarannya: “Ajarkanlah Injil setiap saat, dan hanya bila perlu gunakanlah kata-kata”. Dan hal ini terbukti baik kepada Santo Fransiskus Asisi maupun paus Fransiskus, dimana mereka lebih banyak mengajarkan dengan tindakan yang berbela rasa daripada sekedar kata-kata belaka.
Mungkin itulah yang diinginkan Tuhan dari orang-orang yang melambai-lambaikan daun palma untuk menyambut kedatangan-Nya. “Perbaikilah gereja-Ku”, karena: “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” 1 Kor 3:16. Dan juga: “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” Mat 5:16. Karena tanpa ketulusan iman: “ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.”” Luk 19:41-42




