Dalam tata pergaulan masyarakat dikenal istilah The Golden Rule yaitu prinsip atau aturan yang mulia yang seharusnya menjadi pegangan semua orang yang memiliki rasa perasaan sebagai manusia. Prinsip ini sederhana saja. Hal-hal yang tidak ingin dilakukan oleh orang lain terhadap dirimu (misalnya, menghina, melecehkan, menyakiti, melakukan kekerasan, penipuan) jangan kamu lakukan terhadap orang lain. Gampang bukan? Prinsip itu bisa dilanjutkan, kalau kamu tidak ingin disakiti, dihina, dipandang rendah maka janganlah kamu menyakiti, menghina, dan memandang rendah orang lain.
Golden Rule itu memerlukan langkah lanjutan agar sesuai dengan perintah Yesus, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini." (Mrk 12:31). Hukum cinta kasih lebih proaktif dengan keharusan melakukan sesuatu. Orang lain atau sesamaitu harus dicintai atau diperlakukan seperti diri sendiri. Karenadiri sendiri juga harus dikasihi dan dijaga. Hukum kasih itu jauh lebih utama dari kegiatan ritual seperti ditegaskan Yesus bahwa hukum utama itu jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan” (ayat 33). Prasyarat mengasihi adalah. menyamakan diri sendiri dengan orang lain, semacam pengenalan terhadap orang lain yang berujung pada rasa empati, berbela rasa, dan solidaritas. Dengan rasa perasaan itu orang akan mampu mengasihi dengan tulus
Suatu ketika seorang petani harus menolong seorang anak yang kecelakaan. Ayah anak yang kecelakaan itu seorang bangsawan kaya yang kemudian datang ke petani miskin itu memberi hadiah uang. Saya menolong orang bukan untuk mencari uang!” tegas petani. Sang bangsawan kemudian meminta apa yang dapat dibantu. Akhirnya disepakati anak petani yang miskin itu disekolahkan oleh si bangsawan tadi hingga menjadi dokter yang kemudian menemukan pinisilin sebagai obat penyembuh luka. Si anak yang kecelakaan itu adalah Sir Winston Churchill , Perdana Menteri Inggris yang saat Perang Dunia I terluka dan ditolong oleh dokter yang telah disekolahlah sang ayah. Nama dokter itu adalah Sir Alexander Flemming, sang penemu obat yang ampuh penyembuh luka hingga saat ini. Ternyata kasih yang mungkin tampak sepele dan tanpa pamrih mampu menghasilkan kasih yang lebih besar, bukan hanya untuk orang yang bersangkutan tetapi juga untuk umat manusia




