“Siapa yg tinggal di dalam Aku akan menghasilkan banyak buah” (Yoh 15,5)
Tgl. 31 Maret 2007 : 1000 lebih penonton memadati Balai Kartini Jakarta. Mereka terkagum-kagum menikmati konser tunggal Pianis ajaib dari Korea Selatan : Hee Ah Lee. Berbagai lagu klasik gubahan Komponis terkenal dunia, seperti : Mozart, Chopin, Bethoven, Bach dimainkannya dengan lincah dan dinamis. Namun yang mengherankan adalah Hee Ah Lee memainkan gubahan itu hanya dengan empat jari. Sejak lahir Hee Ah Lee menderita lobster claw syndrome, di mana pada masing-masing ujung tangannya terdapat 2 jari yang berbentuk huruf V seperti capit kepiting. Kakinya hanya sebatas bawah lutut, sehingga tinggi badannya hanya satu meter. Dan Ia juga mengalami keterbelakangan mental. Namun ibunya – Woo Kap Sun – dengan sabar dan penuh cinta membimbing putrinya itu berlatih piano. Dan Hee Ah Lee akhirnya menjadi Pianis terkenal. Selain telah banyak menerima penghargaan dari dalam dan luar negeri, Hee Ah Lee telah konser di banyak negara. Sesuai judul konser malam itu “Sharing the Strength of Love” - Berbagi Kekuatan Cinta, Hee Ah Lee mau mengatakan bahwa cintalah yang mengantar dia menjadi Pianis terkenal. Cinta ibunya itulah yang mengubah Hee Ah Lee dari anak AIB menjadi anak AJAIB.
Bacaan injil hari ini berbicara tentang POHON ANGGUR (Yoh .15,1-8). Ada 3 Tokoh yg tampil di sini : 1. Bapa di surga sebagai Pengusaha, atau lebih tepat sebagai Pemelihara atau “Penata” pohon anggur (vinedresser). 2. Yesus sebagai Pokok Anggur 3. Murid-murid sebagai ranting. Tugas dari Pengusaha adalah memotong ranting yg tidak berbuah serta membersihkan yg sudah berbuah agar bisa berbuah lebih banyak. Alat yang dipakai untuk memotong dan membersihkan ranting-ranting adalah Firman Tuhan. “Kamu memang sudah bersih karena FIRMAN yg telah Kukatakan kepadamu” (ayat 3) Lalu Yesus menyimpulkan perumpamaan ini dengan mengatakan : Tinggallah di dalam Aku… Barangsiapa tinggal di dalam Aku akan menghasilkan banyak buah. Jika kamu tinggal di dalam Aku, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapaku dipermuliakan !
Apa yang dapat kita petik dari bacaan-bacaan hari ini ? Hidup kita sebagai murid Yesus harus menyatu dengan Kristus. Sama seperti ranting tidak bisa hidup tanpa menyatu dengan pokok anggur, demikian juga kita kita tidak bisa hidup tanpa Kristus. Kristuslah yang menjadi dasar dan landasan hidup beriman kita. Kristuslah yang mengubah diri kita yang “aib menjadi ajaib”. Sama seperti Hee Ah Lee tidak bisa berprestasi tanpa dorongan, motivasi dan cinta dari Ibunya, demikian juga kita tidak bisa melakukan hal-hal yang luar biasa tanpa Kristus. Kristuslah yang memberi paragdima baru di dalam hidup kita. Seperti Saulus dalam bacaan I, yang sebelumnya mengejar dan menganiaya murid Tuhan, kemudian berubah menjadi Pewarta dan Rasul yg sejati. Kristuslah yang mengubah hidup kita. Demikian juga umat gereja purba dapat hidup dalam damai dan takut akan Tuhan karena semangat dan Roh Kristus.
Sebagai murid Tuhan kita dipanggil untuk berbuah. Murid yang tidak menghasilkan buah tidak layak disebut murid Kristus. Dia bukan pengikut Kristus lagi. Sedangkan murid yang sudah menghasilkan buah tetap harus dibersihkan, agar dapat menghasilkan buah lebih banyak. Dan buah yang dihasilkan oleh Roh Kristus adalah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri (Galatia 5,22). Seorang murid Kristus harus memancarkan roh Kristus dalam hidupnya. Dia harus memancarkan dan menyaksikan “kasih, sukacita, damai , dll”. Mungkin tidak mudah untuk hidup di dalam roh atau semangat Kristus. Tetapi jika kita tinggal di dalam Kristus, kita sanggup untuk menghidupinya. Ketika menghadiri Pesta Perkawinan Emas ( 50 tahun ) satu pasangan katolik, mereka menyaksikan bahwa Kristuslah yang mempersatukan mereka selama 50 tahun hidup berkeluarga. Tanpa Kristus, hidup rumah tangga mereka bisa berantakan ! Banyak rohaniwan & rohaniwati yang puluhan tahun hidup SETIA dalam panggilan suci karena mereka “tinggal dan menyatu” dengan Kristus. Tanpa Kristus kita tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi dengan DIA, kita bisa menghasilkan banyak buah, kita bisa berprestasi. Kita itu “0” (nol) dan Kristus itu “1”(satu). Bersama Kristus menjadi “10”(sepuluh). Bersama Kristus, kita bisa menjadi pribadi yg luar biasa, PRIBADI PLUS !!!




