
Yesus Kristus adalah teladan kerendahan hati dan ketaatan tiada tara. Walaupun setara Allah, Dia rela mengosongkan diri, mengambil rupa seorang hamba dan menjadi sama dengan manusia, serta mengurbankan diri sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama diatas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala mahluk. Pada akhir jaman, Dia akan datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia untuk mengalahkan semua kekuatan jahat. Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. (1Kor15:24-26).
Raja Semesta Alam itu sungguh baik, walaupun memiliki keagungan yang melebihi segala Raja, kepada umat yang dikasihiNYA Dia menyamakan diri dengan seorang Gembala sederhana yang sungguh memperhatikan domba-dombaNYA. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya. (Yeh 34:16). Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan di atas gunung-gunung Israel yang tinggi di situlah tempat penggembalaannya; di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring dan rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel. Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH. (14-15).
Sang Raja Semesta Alam itu sungguh rendah hati, adil dan pembela kaum lemah dan miskin-papa; Dia bahkan tak segan menyamakan diriNYA dengan manusia yang oleh sesamanya dianggap paling hina! Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. (Mat 25:40).
Keberpihakannya kepada orang yang biasa ditindas itu semakin nyata dalam tindakanNYA yang menganggap berdosa orang yang tidak aktif melakukan perbuatan baik kepada sesamanya yang dianggap hina! Kepada orang yang tidak mau melayani sesamanya yang lemah ini Dia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal." (Mat 25:45-46).
Tidak berbuat jahat tidak menjadi jaminan untuk memperoleh hidup yang kekal, maka tidak ada pilihan bagi orang beriman yang ingin memperoleh Kehidupan Kekal selain aktif melayani Allah dalam rupa sesama manusia yang paling membutuhkan pertolongan! Marilah kita berjaga-jaga mulai dari sekarang, agar pada saatnya kelak kita boleh mendengar suara Sang Raja Semesta Alam yang kita nantikan itu berkata: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. (25:34).




