
Bacaan 1: Yos 24:1-2a, 15-17, 18 Bacaan 2: Ef 5: 21-32.Bacaan Injil : Yoh 6: 60-69.
KASIH KARUNIA ALLAH
Bangsa Israel mengalami penyertaan Allah secara nyata saat melakukan perjalanan keluar dari Mesir; iman mereka pasang-surut dihempas dahaga, kekuatiran serta godaan ilah bangsa lain, maka setelah tiba di tanah terjanji Josua mengumpulkan semua suku Israel. Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah." Lalu bangsa itu menjawab: "Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain! …kami pun akan beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah kita." (Yos 24:14-18).Ketika Yesus mengatakan bahwa Dia adalah roti hidup dari Sorga, bahwa orang yang makan roti itu akan hidup selamanya, dan bahwa roti yang diberikan itu ialah dagingNya untuk hidup dunia, banyak muridnya yang terguncang. Namun, sungguh merupakan karunia ilahi untuk menjadi milikNya, seperti yang telah dikaruniakanNya kepada kedua-belas muridNya.Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia. Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: "Apakah kamu tidak mau pergi juga?" Jawab Simon Petrus kepada-Nya: "Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah. (Yoh 6:66-69).Kasih karunia itu juga diberikan dalam bentuk hubungan suami-istri yang ideal seperti disampaikan oleh santo Paulus, supaya kita saling merendahkan diri seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus. Hai isteri, tunduklah kepada suamimu seperti kepada Tuhan, karena suami adalah kepala isteri sama seperti Kristus adalah kepala jemaat. Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat, Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat. (Ef 5:22-32).Cobaan dan godaan selalu ada, namun kasih karunia Allah tidak pernah meninggalkan umatNya yang setia; Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu. (Mzm 34:18,20).




