
Bacaan 1 : Why 11:19a; 12:1,3-6a. 10ab. Bacaan 2: 1 Kor15: 20-26. Bacaan Injil : Luk 1: 39-56.
SP MARIA DIANGKAT KE SURGA
Kerendahan hati dan keprihatinan Bunda Maria pada sesama tampak dari spontanitasnya dengan segera mengunjungi Elisabet yang sedang mengandung; Elisabet yang penuh Roh Kudus oleh salam Marialalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. (Luk 1:42-48).Kerendahan hati dan ketaatan Maria mendapat ganjaran karunia sangat istimewa. Sekarang Maria adalah Ratu Surga dan Bumi seperti diwahyukan kepada Yohanes.Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. (Why 12:1).Konstitusi Dogmatis tentang Gereja mengajarkan, “Akhirnya Perawan tak bernoda, yang tidak pernah terkena segala cemar dosa asal, sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, telah diangkat melalui kemuliaan di surga beserta badan dan jiwanya. Ia telah ditinggikan oleh Tuhan sebagai Ratu alam semesta, supaya secara lebih penuh menyerupai Putranya, Tuan di atas segala tuan, yang telah mengalahkan dosa dan maut” (No 59). Uskup Theoteknos dari Livias menyampaikan khotbah sangat mendalam mengenai SP Maria Diangkat ke Surga, “Sebab Kristus mengambil kemanusiaan-Nya yang tak bernoda dari kemanusiaan Maria yang tak bernoda; dan apabila Ia telah mempersiapkan suatu tempat di surga bagi para rasul-Nya, betapa terlebih lagi Ia mempersiapkannya bagi BundaNya; jika Henokh telah diangkat dan Elia telah naik ke surga, betapa terlebih lagi Maria, yang bagaikan bulan bercahaya cemerlang di antara bintang-bintang dan mengungguli segala nabi dan rasul!” Pada 1 November 1950 Paus Pius XII memaklumkan, bahwa “Bunda Allah yang Tak Bernoda Dosa, Maria yang tetap perawan selamanya, sesudah menyelesaikan perjalanan hidupnya di dunia, diangkat memasuki kemuliaan di surga beserta badan dan jiwanya.” Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orangakan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buahsulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. (1Kor15:22-23).




