Apa hebatnya seorang Zakheus? Dalam Injil Lukas 19: 1- 10) hari ini menjadi jelas. Pertama ia ingin melihat dan kemudian mencari kesempatan agar bertemu. Meskipun terhalang oleh orang banyak, ia berusaha keras berlarian mendahului orang banyak sampai memanjat pohon. Dan anehnya, Yesus yang dicarinya itu justru mau menemuinya dan meminta untuk turun dari pohon karena ia mau singgah di rumah Zakheus. Perjumpaan dengan Yesus dari atas pohon dan kemudian Yesus yang masuk ke rumahnya mengubah hidup Zakheus. Ia dari seorang pemungut cukai yang pada zaman dulu (dan sekarang) sering ditengarai tidak jujur untuk kepentingan pribadi berubah menjadi orang yang memberi silih atas ketidakjujurannya dan mau memulai hidup baru.
Kalau Zakheus berubah karena bertemu dengan Yesus yang mau tinggal dalam rumahnya, kapan kita bertemu dengan Yesus? Banyak peristiwa hidup yang menjadi kesempatan untuk bertemu dengan Yesus. Dalam perayaan Ekaristi, kita mendengarkan sabda-Nya dan Yesus yang mau masuk dalam hidup kita dalam komuni. Dalam peristiwa hidup keseharian, ketika kita berdoa dan melibatkan-Nya dalam tindakan dan mengambil keputusan hidup. Dan bertemu dengan Yesus dapat kita alami dalam perjumpaan dengan sesama kita. Dalam membantu sesama kita. Mereka yang kesusahan dan menderita, seperti diteladankan oleh Bunda Theresa dari Calcutta (= Kolkata). Menjadi pengalaman semua orang, di saat kita susah dan mengalami jalan buntu, selalu ada sesama kita yang mengulurkan tangan menolong dan membantu kita. Mereka menampakkan wajah Kristus yang hadir dalam sesamanya. Dalam perbuatan cinta kasih, kita merasakan kehadiran-Nya.
Marilah kita membuka hati seperti Zakheus, dan tidak mengenal putus asa untuk mencari dan menemukan Yesus. Agar Yesus dapat masuk ke rumah kita agar mengubah hidup kita. Karena bersama Yesuslah, kita menemukan damai sejahtera dekat dengan Tuhan, Bapa kita. Dengan damai sejahtera itu, kita siap membagikan kasih dan persaudaraan kepada sesamanya kita, lebih-lebih mereka yang memerlukan bantuan dan uluran tangan kita




