
Bacaan I: Bil. 11:25-29; Bacaan II: Yak. 5:1-6; Bacaan Injil: Mrk. 9:38-43,47-48.
TOLERANSI
“Extra Ecclesiam Nulla Salus” – “Di luar gereja tidak ada keselamatan”
adalah keyakinan Gereja sejak lama. Doktrin ini dicetuskan oleh Santo Siprianus (abad III) dan bersumber dari Yoh 14:6 : “Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku”. Gereja menafsir baru doktrin ini dengan menyatakan “Mereka yang tanpa bersalah tidak mengenal Injil Kristus serta GerejaNya, tetapi dengan tulus hati mencari Allah, dan berkat pengaruh rahmat berusaha melaksanakan kehendakNya yang mereka kenal melalui suara hati dengan perbuatan nyata, dapat memperoleh keselamatan kekal” (Konstitusi Lumen Gentium 16). Tafsiran ini sesuai dengan bacaan Injil hari ini (Mrk 9:38-48) : “Barang siapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita” (ayat 40). Ada 2 poin dari Injil hari ini : 1) Sikap Toleransi. Kristus datang untuk mewartakan "Kerajaan Allah" (Mrk 1:15). Anggota Kerajaan Allah adalah seorang yang hidupnya diinspirasi oleh Roh Allah. Maka siapa saja yang digerakkan oleh Roh Allah, dia adalah Pengikut Kristus. Roh Allah bisa menggerakkan siapa saja, termasuk orang di luar Gereja. Ceritera mengusir setan (ayat 38-40) menunjukkan kemampuan mengusir setan bukan monopoli pengikut Kristus. Di luar pengikut Kristus, ada orang yang hebat ! Sering kita temukan orang Non Kristen bahkan atheis sangat aktif dalam perjuangan hak azasi manusia, hak gender, membela kaum miskin, tertindas dan minoritas. Apakah mereka bisa diselamatkan ? Jawaban : Ya ! (Bandingkan "Kristen Anonim" oleh Karl Rahner - teolog Jerman - bahwa rahmat Allah bekerja tidak hanya di dalam agama Kristen, tetapi juga di dalam agama lain. Agama-agama non Kristen memiliki kemungkinan menjadi sarana keselamatan Allah).
Maka kita dituntut bersikap toleran dan positif terhadap agama dan keyakinan lain ! 2) Sikap Tegas. Ada orang yang kata dan tindakannya menyesatkan anak-anak kecil (ayat 42) dan dirinya sendiri. Sikap Yesus jelas dan tegas : "batu .. diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke laut" (ayat 42) “.. penggallah !” (ayat 43) dan “.. cungkillah !” (ayat 47). Tidak ada kompromi bagi seorang murid Kristus dalam menjalankan hukum Allah, hukum kasih. Seperti kata-kata Santo Agustinus : "Ama et fac quod vis" - "Cintailah ! Maka lakukan apa yang engkau mau !" Injil hari ini mengajak kita untuk bersikap toleran dan positif kepada orang lain serta bersikap tegas dan tanpa kompromi kepada diri kita sendiri ! (YS)




