
Bacaan I : Kis. 10:34a,37-43; Bacaan II : Kol. 3:1-4;
Bacaan Injil: Yoh. 20:1-9.
KUBUR KOSONG
Selama berabad-abad, terdapat tembok pemisah antara orang Yahudi dan bangsa-bangsa lain. Simon Petrus, sebagai seorang Yahudi yang taat, awalnya merasa tidak layak atau bahkan "najis" jika harus bergaul dengan orang yang bukan Yahudi. Namun, Allah memperbaharui cara pandang Petrus melalui penglihatan (Kis 10:10-16) dan perjumpaan dengan Kornelius, seorang perwira Romawi yang takut akan Allah. Dalam bacaan pertama dikisahkan Petrus diundang oleh Kornelius ke rumahnya. Di sana Petrus memberikan kesaksiannya tentang Yesus dari Nazaret, yang telah bangkit dari antara orang mati. Bagaimana seorang Petrus yang sempat menyangkal Yesus sebanyak tiga kali mampu menjadi saksi kebangkitan Yesus? Semua dimulai dari kubur kosong.
Kesaksian Petrus merupakan pengalaman hidupnya menjadi saksi kebangkitan Yesus seperti dikisahkan dalam bacaan Injil hari ini. Diawali dari Maria Magdalena yang pagi-pagi buta datang ke kubur Yesus namun menemukan kubur itu telah terbuka dan jenazah Yesus tidak ada di dalamnya. Ketidakpahaman akan apa yang pernah diajarkan Yesus membuat Maria Magdalena berpikir bahwa jenazah Yesus diambil orang. Maria segera melapor kepada Petrus dan murid yang dikasihi Yesus. Kemudian mereka bergegas menuju makam dan Petrus adalah orang pertama yang masuk ke dalam kubur Yesus menyaksikan kain kafan tergeletak di tanah. Kubur itu benar-benar telah kosong!
Dari bacaan Injil kita belajar bahwa kubur kosong bukanlah akhir, melainkan awal dari karya Allah yang lebih besar. Seperti Maria Magdalena, kita pun datang kepada Tuhan dengan rasa kehilangan, namun melalui peristiwa kubur kosong kita diajak untuk melihat bahwa kehampaan bisa menjadi ruang bagi sebuah harapan baru. Sementara itu Petrus dan murid yang dikasihi yang melihat dan percaya, meski belum sepenuhnya mengerti, menunjukkan bahwa iman seringkali mendahului pemahaman. Kubur kosong telah mengubah para murid dari yang tadinya takut, sedih dan tidak percaya menjadi berani bersaksi.
Bagi kita yang telah menerima kesaksian para murid, menarik disimak nasihat Paulus kepada Jemaat di Kolese “..kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Demikianlah kebangkitan Yesus seharusnya membuat kita menjadi manusia baru yang berorientasi pada Kristus bukan hawa nafsu duniawi (Kol 3:1-2).
Selamat Paskah! Semoga sukacita Paskah tertanam dalam hati kita bersama dengan pengorbanan Yesus dan kebangkitan-Nya. Tuhan Yesus menyertai selalu.[TD]




