
Bacaan I : Kej. 2:7-9; 3:1-7; Bacaan II : Rm. 5:12-19;
Bacaan Injil: Kel 5:1-6:1.
KETAATAN
Rancangan awal Allah bagi manusia adalah hidup kekal dalam persekutuan dengan-Nya. Namun rancangan ini digagalkan oleh ulah manusia sendiri yang tergoda oleh keinginan yang tidak semestinya yaitu ingin menjadi seperti Allah. Atas godaan ular yang membujuk manusia dan istrinya untuk memakan buah dari pohon pengetahuan agar mereka menjadi seperti Allah, maka kedua insan itu akhirnya tergoda dan jatuh ke dalam dosa. Dengan memakan buah itu maka manusia berupaya menjadi tuan atas hidup sendiri, bukan lagi menerima hidup dari Allah.
Bacaan pertama di atas mengisahkan ketidaktaatan manusia pertama yang menyebabkan seluruh umat manusia dikutuk. Dalam bacaan kedua yang diambil dari surat Roma, Paulus membandingkan dua individu, Adam dan Yesus. Dosa Adam membawa kutukan dan kematian kepada semua orang, melalui satu ketidaktaatan semua orang menjadi berdosa dan dipandang bersalah di hadapan Allah. Namun Allah punya cara untuk membereskan dosa manusia. Melalui ketaatan Yesus kepada Bapa-Nya semasa hidup hingga di kayu salib, Allah mengaruniakan kehidupan kekal dan membenarkan manusia.
Salah satu ketaatan Yesus tampak saat Dia mengalahkan godaan Iblis. Dalam bacaan Injil dikisahkan setelah dibaptis di sungai Yordan, Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Cobaan itu datang saat Yesus lapar setelah Dia berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam. Iblis mencobai Yesus dengan tiga hal. Pertama, dia menyuruh Yesus memerintah batu-batu menjadi roti. Ini pencobaan yang sangat menggoda kemanusiaan Yesus karena pada saat kondisi lapar maka ada keinginan untuk makan yang sangat kuat. Namun Yesus menjawab bahwa manusia hidup bukan hanya dari roti melainkan dari firman yang keluar dari mulut Allah. Jawaban ini mengacu kepada ayat yang ada di kitab Ulangan. Kedua, Iblis menyuruh Yesus menjatuhkan diri-Nya dari ketinggian Bait Allah. Kalau Yesus menggunakan ayat di dalam menjawab Iblis pada pencobaan pertama, maka Iblis juga mengutip ayat dari kitab Mazmur untuk mencobai Yesus yang kedua kalinya. Pencobaan ketiga, Iblis menyuruh Yesus sujud menyembahnya dan sebagai imbalan maka dia akan memberi seluruh kerajaan dunia kepada Yesus.
Ketaatan Yesus dalam menghadapi pencobaan telah menyelamatkan umat manusia, termasuk kita. Jika Adam jatuh ke dalam godaan, Yesus taat kepada Allah. Kita adalah para pengikut Kristus, maka sudah sewajarnya jika kita meneladani-Nya. Pantang dan puasa merupakan sarana yang tepat untuk melatih ketaatan kita dalam menahan godaan. Untuk itu mari kita laksanakan pantang dan puasa kita dengan baik dan benar. [BW]




