
Bacaan I : Yes. 60:1-6; Bacaan II : Ef. 3:2-3a,5-6;
Bacaan Injil: Mat. 2:1-12.
BINTANG SEJATI
Masa depan adalah sebuah misteri, karena itu salah satu acara yang muncul di saat-saat pergantian tahun adalah ramalan untuk tahun yang baru. Manusia selalu punya keingintahuan akan masa depan, apa yang akan terjadi dan bagaimana kemudian harus bersiap diri menghadapinya.
Bacaan pertama yang diambil dari kitab Yesaya berisi nubuatan profetis di tanah Yehuda. Sebuah keadaan yang akan terjadi di masa depan. Nubuatan ini lahir ketika Kerajaan Yehuda pada waktu itu menghadapi ancaman Kerajaan Asyur. Krisis multi dimensi: politik, sosial dan spiritual menghantui Yehuda. Nubuat Yesaya akan masa depan yang cemerlang menjadi obat pelipur lara bagi mereka yang percaya. Terang dan kemuliaan TUHAN akan datang kepada mereka. Bangsa-bangsa akan datang kepada mereka karena kegelapan dan kekelaman menutupi bumi.
Lalu bagaimana bangsa-bangsa lain bisa datang ke tanah Yehuda? Nubuatan itu digenapi ketika para majus dari Timur datang ke Yerusalem. Tidak ada penjelasan rinci di Alkitab mengenai identitas mereka. Para penafsir mengidentifikasi bahwa mereka adalah para ahli perbintangan yang datang dari tempat yang jauh, kemungkinan dari Persia. Ini terlihat dari pernyataan Matius bahwa mereka mencari raja orang Yahudi yang baru lahir dengan perantaraan bintang [Mat 2:2,9,10]. Dalam tradisi dan kebudayaan masa lampau, langit merupakan kitab Ilahi yang terbuka, sehingga membaca pergerakan benda-benda langit dapat dipahami sebagai membaca pesan-pesan dari Sang Pemilik Semesta itu sendiri.
Bintang yang menuntun para majus sampai kepada Kristus tentu merupakan lambang dari Kristus sendiri yang menuntun manusia kepada-Nya. Ini juga berarti Allah menggunakan apa yang dimiliki-Nya untuk menuntun bangsa-bangsa lain agar sampai kepada-Nya. Bintang memang tidak membawa langsung ke tujuan namun menuntun setiap langkah untuk sampai ke tujuan. Bintang juga merupakan lambang bahwa kelahiran Kristus bukan hanya peristiwa lokal saja, melainkan peristiwa universal. Namun bintang juga merepresentasikan bahwa hanya mereka yang mau saja yang dapat sampai kepada Kristus.
Di awal tahun ini kita diingatkan kembali bahwa kita mempunyai Bintang yang akan menuntun langkah-langkah kita melewati setiap peristiwa di tahun 2026. Kita telah memilih Kristus sebagai juruselamat. Dia adalah Sang Bintang Sejati. Dia telah dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus [Ef 3:5]. Mari kita menyadari penampakan-Nya di dalam setiap peristiwa dalam hidup kita. [APU]




