
Bacaan I : Kel. 24:3-8; Bacaan II : Ibr. 9:11-15;
Bacaan Injil : Mrk. 14:12-16,22-26.
SETETES DARAH
Setetes Darah Anda Akan Menyelamatkan Orang Lain. Kalimat ini kerap kali muncul di selebaran donor darah yang diselenggarakan oleh bermacam instansi ataupun lembaga sosial. Kata setetes tentu tidak menggambarkan keadaan sebenarnya namun dari kalimat ini bisa disimpulkan bahwa darah identik dengan kehidupan. Perkembangan ilmu pengetahuan telah banyak menghasilkan penemuan-penemuan yang berkaitan dengan kesehatan manusia. Namun belum ada yang dapat menggantikan darah sebagai komponen penting penopang hidup.
Pemahaman ini juga dicatat di dalam Perjanjian Lama demikian “nyawa mahkluk hidup ada di dalam darahnya” [Im 17:11]. Karena hidup adalah milik Allah semata maka penggunaan darah merupakan dosa, seperti yang dilakukan oleh orang Israel saat menjarah binatang ternak orang Filistin. Mereka memakan daging bersama darahnya [1Sam 14:31-33]. Darah juga digunakan sebagai pengikatan perjanjian antara TUHAN dengan Israel. Bacaan pertama hari ini mengisahkan bagaimana Musa memimpin upacara di mana Israel mengikat perjanjian dengan TUHAN. Mereka berjanji melakukan apa yang difirmankan oleh TUHAN [Kel 24:3,7]. Perjanjian ini dikukuhkan dengan darah lembu-lembu jantan yang disiramkan Musa kepada orang Israel dengan berkata “Inilah darah perjanjian...”
Ucapan “darah perjanjian” juga disampaikan Yesus kepada para murid saat mereka mengadakan perjamuan malam terakhir. Dia mengambil cawan, mengucap syukur dan memberikan cawan kepada para murid dan mereka meminumnya. Yesus berkata “Inilah darah-Ku, darah perjanjian yang ditumpahkan bagi banyak orang” [Mrk 14:24]. Keesokan harinya, darah-Nya benar-benar tertumpah di bukit Golgota sebagai penebusan dosa-dosa umat manusia.
Tentu tidak bisa dipersamakan antara darah lembu dengan darah Yesus. Penulis surat kepada orang Ibrani menyebutkan bahwa darah domba/lembu jantan menguduskan orang secara lahirah. Tidak sempurna. Belum menjadi manusia rohani. Sedangkan darah Yesus “... menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup” [Ibr 9:14b]
Hari ini Gereja Katolik memperingati Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus. Perayaan ini mengingatkan umat akan pengorbanan Yesus di kayu salib dan kehadiran-Nya yang terus-menerus dalam kehidupan umat melalui Sakramen Ekaristi. Mari kita jadikan momen ini untuk merenungkan kasih Allah yang begitu besar kepada kita sehingga Dia memberikan Putera-Nya sebagai penebusan dosa-dosa kita. Setetes darah-Nya, meski hanya setetes, adalah keselamatan kekal bagi kita. [CT]




