
Bacaan I : Kis. 2:1-11; Bacaan II : Gal. 5:16-25;
Bacaan Injil : Yoh. 15:26-27; 16:12-1.
MENDENGAR SUARANYA
Bagi orang Yahudi, Hari Raya Pentakosta dirayakan lima puluh hari setelah Hari Raya Paskah. Mereka memperingati hari ini sebagai hari di mana Allah memberikan Taurat kepada bangsa Israel di Gunung Sinai. Hari raya ini juga merupakan salah satu dari tiga hari raya [dua hari raya lainnya adalah Hari Raya Paskah dan Hari Raya Pondok Daun] di mana orang Yahudi wajib datang ke kenisah di Yerusalem.
Kekristenan mencatat bahwa pada hari Pentakosta Roh Kudus dicurahkan kepada para rasul di Yerusalem. Bacaan pertama yang diambil dari Kisah Para Rasul mengisahkan bagaimana lidah-lidah seperti nyala api hinggap pada mereka dan kemudian mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain. Kejadian ini membuat orang-orang yang berkumpul dari bermacam bangsa terheran-heran karena kemampuan para rasul yang adalah orang-orang Galilea namun mampu berkata-kata dalam aneka bahasa mereka.
Roh Kudus bukan hanya memberi karunia untuk berkata-kata dalam bermacam bahasa saja, namun memimpin mereka untuk menghasilkan buah-buah roh seperti yang diungkapkan oleh rasul Paulus kepada jemaat di Galatia [Gal 5:22-23]. Untuk menghasilkan buah-buah roh jemaat harus hidup oleh Roh dan tidak menuruti keinginan daging. Perilaku ini dengan gamblang disampaikan Paulus demikian “Mereka yang menjadi milik Kristus Yesus telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” [Gal 5:24]
Mengapa Paulus meminta jemaat Galatia harus hidup oleh Roh dan dipimpin oleh-Nya? Dalam bacaan Injil Yesus menjelaskannya kepada para rasul bahwa Penghibur yang akan diutus-Nya adalah Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa [Yoh 15:26b]. Jadi bukan sembarang roh, karena Dia akan memimpin para rasul ke dalam seluruh kebenaran. Dengan demikian maka para pengikut Kristus yang dipimpin oleh Roh akan melakukan perbuatan-perbuatan benar sesuai dengan tuntunan dari Roh itu.
Mencermati turunnya Roh Kudus atas para rasul, ternyata mujizat Pentakosta bukan hanya karunia berkata-kata dalam bermacam bahasa saja, namun juga karunia mendengar apa yang dikatakan para rasul [Kis 2:8]. Ini merupakan tanda bagi para pengikut Kristus yang ingin hidup dalam pimpinan Roh Kudus yaitu harus mau mendengarkan apa yang dikatakan-Nya kepada kita. Tidak cukup sampai di situ saja, karena selanjutnya adalah mau melakukan kebajikan-kebajikan yang menghasilkan buah-buah Roh.
Selamat merayakan Pentakosta. Semoga kita senantiasa dimampukan untuk mendengar suara-Nya yang menuntun hidup kita. [CT]




