
Bacaan I : Kis. 9:26-31; Bacaan II : 1Yoh. 3:18-24;
Bacaan Injil : Yoh. 15:1-8.
MENJADI CARANG YANG BERBUAH
Tukang kebun [TB1 – pengusaha], pokok anggur, dan carang-carangnya adalah sebuah gambaran untuk mengingatkan bagaimana kesatuan antara Bapa, Yesus dan umat-Nya. Itulah yang disampaikan oleh Yesus di dalam bacaan Injil hari ini “Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah tukang kebunnya.” [Yoh15:1]
Tukang kebun memeliharanya dengan seksama, karena mempunyai keingingan agar carang-carang itu berbuah. Dia akan memotong carang yang tidak berbuah, sementara carang yang berbuah dibersihkan agar berbuah lebih banyak. Sebuah perhatian yang luar biasa dari sosok tukang kebun. Jadi hanya ada dua pilihan bagi carang, yang pertama yaitu berbuah dan rela dibersihkan agar berbuah lebih banyak. Jika ini yang menjadi pilihan maka carang harus bergantung pada pokok anggur. Pilihan kedua, adalah menjadi ranting kering tidak berguna untuk kemudian dibakar. Yesus menegaskan peran pokok anggur yang sudah Bapa berikan adalah diri-Nya sendiri yang menjadi tempat carang-carang bersandar, lekat dan bergantung. Di luar Yesus, dijamin tidak akan berbuah [ay 4].
Lalu bagaimana cara agar bisa tinggal di dalam Yesus? Di dalam surat kepada jemaatnya, Yohanes menyampaikan bahwa “Siapa menuruti segala perintah-Nya, tinggal di dalam Allah dan Allah di dalam dia.” [1Yoh 3:24a]. Inilah yang akhirnya menegaskan gambaran kesatuan tukang kebun, pokok anggur dan carang. Tidak kalah pentingnya yaitu di awal bacaan kedua ini Yohanes menekankan pentingnya aksi nyata dalam mengasihi, bukan dengan perkataan belaka dan terutama mengasihi di dalam kebenaran.
Santo Paulus adalah contoh carang yang luar biasa. Bermula dari peristiwa pertobatan di Damsyik, hidupnya kemudian dimurnikan dengan banyak peristiwa. Melalui peran Barnabas, Paulus diterima oleh para rasul yang semula menolaknya. Pertobatannya tidak main-main karena dari awal mula adalah pemburu para pengikut Kristus, kemudian berbalik menjadi pengajar dalam nama Yesus [Kis 9:27,28]. Itulah hidup yang berbuah karena Paulus telah menjadi carang Kristus.
Menjadi pengikut Kristus mempunyai tuntutan agar menghasilkan buah. Jika telah menghasilkan buah maka harus mempunyai kerelaan hati untuk dibersihkan agar berbuah lebih banyak. Agar dengan demikian “BapaKu dimuliakan bahwa kamu berbuah banyak dan menunjukkan kamu adalah murid – muridKu.” [Yoh 15:8]
Marilah kita tinggal di dalam-Nya dan menjadikan peristiwa-peristiwa di dalam hidup kita sebagai pemurnian diri untuk terus dapat berbuah lebih banyak seperti yang Tuhan kehendaki. [DN] Terima kasih kepada @chatarinadanni yang telah menulis renungan ini.




