
Bacaan I : Ayb. 7:1-4,6-7; Bacaan II: 1Kor. 9:16-19,22-23;
Bacaan Injil: Mrk. 1:29-39.
KASIH YANG MENYEMBUHKAN
Injil Markus hari ini berkisah tentang kehadiran Yesus yang penuh kuasa dan belas kasihan. Peristiwa ini terjadi setelah Yesus mengajar di sinagoga yang berada di Kapernaum. Dia tiba di rumah Simon dan Andreas, dan menjumpai ibu mertua Simon terbaring sakit demam. Rumah Simon yang dekat dengan Sinagoga, tampaknya rumah yang penting pada abad pertama, bahkan pada abad kelima rumah ini sudah menjadi sebuah tempat perziarahan. Bisa jadi karena rumah ini pernah ditempati oleh Yesus.
Melihat kondisi ibu mertua Simon yang sakit (penyakit dianggap sebagai persoalan pribadi, sehingga kadang harus dihardik sehingga penyakit tersebut bisa pergi "meninggalkan" seseorang) Dengan penuh kelembutan Yesus meraih tangannya dan terjadilah kesembuhan. Kesembuhan ini membangkitkan roh pelayanan; segera ia bangun dan melayani Yesus dan para murid. Pelayanan ini bisa dilihat sebagai bentuk syukur sebagai tanggapan atas penyelamatan Yesus (ay. 31)
Seiring matahari tenggelam, berita tentang kuasa penyembuhan Yesus menyebar dengan cepat. Sebagai respons, banyak orang membawa orang sakit dan yang kerasukan setan kepada-Nya. Penduduk kota itu berkumpul di depan pintu rumah, dan Yesus dengan penuh kasih menyembuhkan banyak orang dari berbagai penyakit dan mengusir setan. Tetapi Dia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara bahwa Dia adalah Mesias. Yesus tidak menginginkan kesaksian setan, tetapi memfokuskan perhatian pada kuasa penyembuhan dan kasih-Nya.
Sebelum matahari terbit, Yesus mengundurkan diri untuk berdoa, sebuah momen intim bersama dengan Bapa-Nya. Dalam kesendirian itu, Dia menemukan kekuatan dan arahan. Namun, para murid mengejar-Nya dan mengabarkan bahwa semua orang mencari-Nya. Dengan kebijaksanaan dan visi-Nya yang tinggi, Yesus menjawab bahwa mereka harus pergi ke tempat-tempat lain untuk memberitakan Injil, karena itulah tujuan-Nya.
Yesus tidak hanya menyembuhkan tubuh tetapi juga menyentuh hati dan jiwa. Dalam setiap sentuhan-Nya, kita melihat belas kasih dan kekuasaan yang menyeluruh. Kesembuhan bukan hanya tentang penyakit fisik, tetapi juga tentang pemulihan rohaniah dan keterbebasan dari kuasa kegelapan.
Injil hari ini mengajarkan kita tentang bagaimana kasih dapat menyembuhkan bukan hanya fisik namun juga psikis. Yesus telah memberikan teladan akan kasih yang menyembuhkan. Sebagai murid-murid-Nya, kita dipanggil untuk melanjutkan karya-Nya yaitu melayani dengan kasih, menyembuhkan dengan kekuatan-Nya, dan menjalani hidup kita dalam doa yang intim. Sudah siapkah kita? (CL)




