
Bacaan I : Yun. 3:1-5,10; Bacaan II: 1Kor. 7:29-31;
Bacaan Injil: Mrk. 1:14-20.
WAKTU
Waktu adalah sumber daya yang diberikan Allah kepada manusia dan tidak dapat diperbaharui. Waktu itu seperti air yang sungai yang mengalir. Kita tidak dapat menyentuh permukaan yang sama untuk kedua kalinya. Menghargai waktu layaknya menghargai Allah sendiri.
Penulis Injil Markus serasa mengajak para pembacanya untuk menghargai waktu. Injil ditulis seakan dengan tergesa-gesa karena waktunya yang sangat singkat. Seperti yang dikatakan oleh Yesus “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!" Maksud dari frasa ‘waktunya telah genap’ dapat dilihat dalam terang Perjanjian Lama bahwa seluruh nubuatan para nabi digenapi di dalam diri Yesus Kristus. Setelah itu secara cepat pula Yesus yang sedang menyusuri danau Galilea melakukan perekrutan pertama yaitu Simon dan Andreas. Mereka yang sedang menebar jala dipanggil oleh Yesus dan diminta mengikuti Dia. Tidak ada dialog yang terjadi, mereka meninggalkan jalanya dan langsung mengikuti Yesus. Demikian pula dengan Yakobus dan Yohanes. Tidak ada waktu yang digunakan untuk tanya jawab, bahkan berpamitan dengan orang-orang terdekat mereka.
Waktu yang singkat juga yang menjadi perhatian bagi Paulus kepada jemaat di Korintus. Paulus meminta kepada jemaat di sana agar meninggalkan keduniawian mereka. Apa alasannya? Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu [1 Kor 7:31b]. Ini sebuah pernyataan eskatologis karena Paulus membicarakan akan datangnya dunia yang baru yaitu kepenuhan akan kedatangan Kristus yang kedua kalinya.
Demikian pula orang-orang Niniwe punya waktu yang singkat, empatpuluh hari untuk memutuskan dan melaksanakan pertobatan. Adalah Yunus yang diutus ke sana untuk menyampaikan pesan TUHAN kepada Niniwe. Dan inilah reaksi mereka, seluruh penduduk Niniwe, tanpa kecuali, bergerak cepat, mereka berpuasa dan mengenaikan kain kabung tanda pertobatan. Hati Allah menjadi luluh akan sikap mereka dan Niniwe luput dari hukuman.
Waktu adalah milik Allah. Dialah yang menentukan segala sesuatu-Nya menurut waktu-Nya. Bukan waktu menurut manusia. Niniwe mendapat waktu empatpuluh hari dan mereka menggunakan waktu itu dengan baik. Yesus, Sang Pemilik Waktu, telah menentukan kegenapan waktu-Nya. Paulus, sebagai manusia yang tidak mengetahui kapan waktu kepenuhan itu akan datang, mengajak jemaat untuk bersiap diri.
Waktu TUHAN adalah hak prerogatif-Nya. Ketika waktu itu datang maka semuanya akan berlalu. Sudah siapkah kita? (CT)




