
Bacaan I : Yes. 60:1-6; Bacaan II: Ef. 3:2-3a,5-6;
Bacaan Injil: Mat. 2:1-12.
KESELAMATAN BAGI SEMUA BANGSA
Dalam silsilah Yesus Kristus yang ditulis oleh Matius, ada empat nama wanita non Yahudi di dalamnya. Mereka adalah Tamar, Rahab, istri Uria (Batsyeba) dan Rut. Tamar dan Rahab adalah orang Kanaan. Batsyeba orang Het dan Rut adalah orang Moab. Ini adalah pesan yang menarik bagi para pembaca Injil Matius pada waktu itu. Bagaimana mungkin orang-orang asing, yang bagi orang Yahudi adalah kafir, namun mereka ambil bagian dalam silsilah Sang Mesias penyelamat dunia?
Matius mempertegas lagi peran non Yahudi di dalam rangkaian kelahiran Mesias dimana peristiwa itu diketahui oleh orang-orang majus dari Timur terlebih dahulu. Mereka yang konon berasal dari Persia, nun jauh dari tanah Yudea, dikisahkan lebih peka dari orang-orang Yahudi sendiri. Ini terbukti dengan kedatangan mereka ke Yerusalem dan membuat kaget seluruh kota, termasuk raja Herodes. Sang raja kemudian segera menggelar sidang untuk menyelidiki kebenaran berita ini. Ternyata memang ada tertulis di kitab para nabi bahwa di Betlehem akan lahir seorang raja. Berita yang telah dinubuatkan berabad sebelumnya namun justru bangsa lain yang datang memberi penghormatan. Kedatangan para majus sebenarnya bukan hal aneh karena nabi Yesaya telah menubuatkannya demikian “Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” [Yes 60:3]
Jatuhnya manusia pertama ke dalam dosa melahirkan janji keselamatan, bukan hanya bagi Israel, melainkan bagi seluruh bangsa. Israel terpilih sebagai bangsa dimana Mesias dilahirkan untuk menebus dosa manusia. Namun tidak semua orang Yahudi menerima kehadiran Mesias, ironisnya justru orang-orang non Yahudi yang datang mencari-Nya. Menurut Paulus, orang-orang non Yahudi turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus [Ef 3:6].
Melalui tulisannya Matius menegaskan bahwa keselamatan yang Allah anugerahkan adalah bagi semua bangsa. Sementara Paulus meneguhkan posisi orang-orang non Yahudi dalam rencana keselamatan Allah. Melalui ketiga bacaan hari ini kita disadarkan kembali bahwa keselamatan diberikan kepada seluruh bangsa, termasuk kita. Namun pilihan tetap ada di tangan kita. Maukah kita menerima anugerah keselamatan dari-Nya? Maukah kita meninggalkan perbuatan sia-sia dan “pulang lewat jalan lain” setelah menjumpai kanak-kanak Yesus seperti yang dilakukan oleh para majus? (CT)




