
Bacaan I: Yes. 61:1-2a; 10-11 Bacaan II: 1Tes 5:16-24;
Bacaan Injil: Yoh. 1:6-8; 19-28.
MENJADI SAKSI SANG TERANG
Tidak terasa kita memasuki minggu Adven III. Dalam tahun Liturgi, minggu Adven ketiga disebut Minggu Gaudete. “Gaudete” berasal dari bahasa Latin yang berarti “sukacita”. Minggu Gaudete melambangkan adanya sukacita di tengah masa penantian dan pertobatan.
Pada bacaan pertama Allah memakai Nabi Yesaya untuk menyampaikan kabar sukacita kepada bangsa Israel agar mereka tidak perlu takut dan gentar pada apapun. Karena Allah akan terus menjaga, melindungi dan membebaskan mereka dari penderitaan dan ketertawanan (Yes 61:1). Mereka dijanjikan terbebas dan menikmati hidup dalam berkat Allah. Dengan urapan Roh, Nabi Yesaya dipakai dan diutus untuk meneruskan kabar baik dari Allah kepada umat-Nya yang sedang berada dalam kegelapan dan penderitaan.
Bacaan kedua memuat seruan Paulus kepada umat di Tesalonika agar tetap bersukacita, tekun dalam doa, bersyukur dalam keadaan apapun. Waktu itu umat Tesalonika berpikir bahwa akhir zaman akan segera datang sehingga mereka perlu mempersiapkan diri. Seruan ini bukan sekedar nasihat agar menjauhi yang tidak baik atau kejahatan (1 Tes 5:22), melainkan untuk tekun menjalani hidup dalam tuntunan Roh. Dengan kata lain, menjaga diri agar selalu sukacita, bertekun dalam doa dan senantiasa bersyukur (1 Tes 5:16-18). Hanya terang Ilahi yang dapat menolong dan menjauhkan orang dari segala yang jahat serta kegelapan dunia.
Seperti minggu yang lalu, bacaan Injil hari ini juga masih berbicara mengenai Yohanes Pembaptis. Tapi yang ditonjolkan sekarang adalah kesaksiannya mengenai siapa yang bakal datang, yaitu Tuhan yang sudah berada di tengah-tengah umat. Dialah Sang Terang yang menyinari jalan hidup baru. Cahaya-Nya mengubah kegelapan hidup. Yohanes menjadi saksi bahwa terang itu bercahaya, agar orang menjadi percaya (Yoh 1:7) dan dapat memperoleh hidup dari terang itu sendiri. Ia menyadarkan betapa pentingnya mengenali terang kehidupan agar terbebas dari kegelapan dunia. Terang yang menjernihkan hati serta memberi kekuatan baru. Tuhan mengirim dan memakai Yohanes Pembaptis untuk menjadi saksi tentang Kristus, supaya semua percaya melalui kesaksiannya.
Maka ditengah semarak lampu Natal akhir tahun, kita diajak untuk tidak hanya merenungkan apa yang kita sudah capai di tahun ini, atau memikirkan rencana-rencana kita kedepan. Tapi juga apakah kita sudah sungguh-sungguh sudah menjadi saksi-Nya? Sudahkah kita membawa terang Tuhan bagi orang-orang di sekitar kita? (AP)




