
Bacaan I : Keb. 6:13-17; Bacaan II : 1Tes. 4:13-18;
Bacaan Injil : Mat. 25:1-13.
Perlukah Kebijaksanaan ?
Apakah kebijaksanaan itu? Dimana kita bisa menemukan kebijaksanaan? Ini adalah sekian dari pertanyaan-pertanyaan mengenai kebijaksanaan yang muncul di benak saat merenungkannya.
Bacaan Injil hari ini adalah contoh yang baik mengenai kebijaksanaan. Yesus menceritakan tentang Kerajaan Surga yang diumpamakan dengan 10 gadis yang mengambil pelita untuk menyambut mempelai laki-laki. Ternyata dari sepuluh gadis ini, lima gadis tergolong bijaksana dan lima lainnya adalah gadis bodoh. Yang bijaksana terlihat membawa persediaan minyak. Mengapa para gadis bijak ini melakukan hal demikian? Karena mereka berpikir lebih panjang dari lima rekannya yaitu bahwa mereka tidak mengetahui kapan mempelai laki-laki akan tiba.
Cerita sudah bisa ditebak di mana saat persediaan minyak habis, para gadis bijak mempunyai persediaan ketika mempelai laki-laki datang tengah malam. Sehingga mereka dapat masuk bersama dengan mempelai ke ruang perjamuan kawin karena mereka sudah antisipasi masalah-masalah yang akan terjadi. Sedangkan rekan-rekan mereka yang bodoh tidak diterima masuk karena persiapan mereka tidak memadai dan pintu telah ditutup.
Dalam bacaan pertama, Salomo mengungkapkan dengan indah bagaimana cara untuk mendapatkan kebijaksanaan. Bagi mereka yang tekun mencari dengan mempersiapkan diri, bangun pagi hari akan mudah mendapatkannya. Terlebih lagi bila orang itu selalu memikirkan, merenungkan kebijaksanaan maka akan memperoleh pengertian sempurna dan akan bebas dari kesusahan. Sebab pada dasarnya kebijaksanaan mencari orang yang layak karena keinginan sejati dan didikan akan kasih kepadanya.
Kebangkitan Kristus melahirkan harapan baru akan adanya kehidupan setelah kematian. Karena itu dalam bacaan kedua, Rasul Paulus mengajak jemaat Tesalonika untuk tidak bersedih seperti orang yang tidak berpengharapan. Sebab kepercayaan akan kebangkitan Kristus harusnya diikuti dengan kepercayaan bahwa bagi mereka yang sudah meninggal dalam Kristus akan dikumpulkan bersama-sama dengan Dia. Paulus juga menguatkan jemaat Tesalonika dengan memberikan gambaran akan kedatangan Kristus yang kedua kalinya. Mereka yang telah meninggal akan dibangkitkan, sementara mereka yang masih hidup akan diangkat bersama-sama menyongsong Dia di awan-awan.
Kedatangan Tuhan tidak ada yang tahu kapan itu terjadi. Yesus telah meninggalkan pesan kepada para murid agar berjaga-jaga dan menyiapkan diri. Bagaimana dengan Anda?
Tuhan memberkati. (MLSS)




