
Bacaan I : Yes. 45:1,4-6; Bacaan II : 1Tes. 1:1-5b;
Bacaan Injil : Mat. 22:15-21.
SIAPAPUN DAPAT MENJADI ALATNYA
Pada bacaan pertama hari ini Yesaya menyampaikan apa yang dikatakan Allah kepadanya “Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi.” Orang yang diurapi adalah raja, imam dan nabi. Selanjutnya, “…yang tangan kanannya Kupegang untuk menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja.” Siapa yang dimaksud Allah? Dia adalah Koresh, raja Persia yang hidup di tahun 576-530 SM. Koresh mengalahkan kerajaan Babel, mengizinkan orang-orang Yahudi di pembuangan untuk pulang ke tanah air mereka dan memerintahkan pembangunan Bait Suci yang ke-2. Koresh dipakai Allah sebagai alat-Nya, demi kemuliaan-Nya agar Allah dikenal semua bangsa.
Tuhan juga memakai Paulus, Silwanus dan Timotius untuk menyapa jemaat di Tesalonika dalam doa mereka (1Tes 1:1-5b), kota terbesar ke-2 di Yunani. Paulus mengucap syukur kepada Allah karena jemaat Tesalonika memiliki iman yang bertumbuh dalam diri mereka. Hal yang membuat Paulus bersukacita adalah dia teringat akan amal iman mereka, tekun dalam usaha kasih, mendukung pelayanan pekerjaan Tuhan yang berbagi satu sama lain dan harapan kepada Tuhan Yesus. Hidup mereka menjadi berkat bagi yang lain sehingga menjadi jemaat yang kuat oleh Roh Kudus.
Dalam bacaan Injil, Yesus dimintai pendapat oleh murid-murid orang Farisi dan kaum Herodian mengenai “Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" Jawaban Yesus membuat para penanya terdiam "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." Memberikan sesuatu kepada yang berhak adalah sebuah bentuk ketaatan dan penghormatan. Itulah pesan yang ingin disampaikan oleh Yesus. Melakukan kewajiban kepada Kaisar dan kepada Allah menunjukkan bahwa iman itu harus diwujudnyatakan dalam perbuatan.
Tuhan bisa memakai siapa saja untuk kemuliaan nama-Nya. Dia memakai Koresh, raja Persia, yang notabene adalah orang asing, untuk memulangkan bangsa Yahudi dari Babel, bahkan membangun Bait Allah yang porak poranda akibat invasi Babel. Tuhan juga yang menuntun Paulus dan kawan-kawannya ke Tesalonika untuk mewartakan Injil dan mendirikan jemaat di sana. Sehingga kasih kerahiman-Nya boleh sampai kepada bangsa-bangsa bukan Yahudi. Tuhanpun memakai kaisar agar orang Yahudi belajar mengenai ketaatan dengan harapan merekapun dapat taat kepada-Nya.
Apakah sikap dan perbuatanku selama ini merupakan bentuk ketaatan dan penghormatan kepada-Nya? (/rw).




