
Bacaan I : Kis. 6:1-7; Bacaan II : 1Ptr. 2:4-9;
Bacaan Injil : Yoh. 14:1-12.
YESUS JALAN KEBENARAN DAN HIDUP
Ketika gereja perdana mulai berkembang, adanya masalah yang terjadi yaitu timbulnya sungut-sungut di antara orang Yahudi yang berbahasa Yunani terhadap orang orang Ibrani karena janda-janda mereka terabaikan dalam pelayanan sehari-hari. Lalu para rasul ini meminta untuk memilih tujuh orang yang terkenal baik dan penuh dengan Roh Kudus dan Roh Hikmat untuk dapat melayani orang miskin dengan sikap rendah hati. Sebagai umat Allah kita memiliki tugas dan tanggung jawab untuk hidup menurut hukum hukum Tuhan, untuk itu kita harus dapat menjaga sikap kita dalam melayani sesama. Terlebih terhadap mereka yang hidupnya kurang beruntung.
Dalam bacaan kedua, rasul Petrus berkata kepada jemaatnya bahwa mereka adalah bangsa terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat Allah sendiri Karena itu mereka bertugas menyampaikan perbuatan-perbuatan besar dari Allah yang telah memanggil mereka dari kegelapan (1Ptr 2: 9). Kitapun adalah umat terpilih dan patut bersyukur karena telah mendapatkan anugerah dan kemurahan-Nya, yang dahulu tidak dikasihani dan sekarang telah beroleh belas kasihan. Kita juga mempunyai tugas yang sama yaitu mewartakan kabar sukacita Allah.
Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengatakan bahwa di rumah Bapa banyak tempat tinggal. Dia meminta para murid-Nya untuk tidak gelisah dan percaya kepada Allah dan juga kepada-Nya. Demikian pula dengan kita untuk tetap percaya dan yakin bahwa hanya Yesus jalan kebenaran dan kehidupan untuk menuju kerumah Bapa, tempat yang penuh dengan kebahagiaan dan kesejahteraan abadi, dan hanya Kristus, sang penolong manusia agar menemukan pembebasan dari alam kegelapan.
Lalu bagaimana kita dapat menuju kesana? Hanya dengan iman kita menjalankan perintah-Nya, yaitu dengan berbuat baik, melayani sesama, berlaku jujur dan adil serta mengamalkan cinta kasih. Memang tidak mudah. Untuk itu kita harus selalu mengandalkan Yesus, sang jalan kebenaran, bukan mengandalkan diri sendiri dan selalu berserah memohon petunjuk-Nya dalam menjalankan tugas-tugas yang telah dipercayakan kepada kita. Pelayanan yang tulus dan dikerjakan dengan setia adalah sebuah pergerakan yang luar biasa. (MDR).




