
Bacaan I : Kis. 2:42-47; Bacaan II : 1Ptr. 1:3-9;
Bacaan Injil : Yoh. 20:19-31.
KERAHIMAN ALLAH SENANTIASA MENYERTAI UMATNYA
Hari ini gereja merayakan Minggu Kerahiman, sebuah tradisi gereja sejak 22 Februari 1931 ketika St. Fasustina Kowalska mendapat penampakan Yesus yang berpesan agar manusia mencari jalan kesempurnaan Kristiani, semakin beriman akan Tuhan dan berbelas kasih kepada sesama. Hari Minggu, 1 Mei 2011, satu Minggu setelah Minggu Paskah, Paus Yohanes Paulus II menetapkan hari ini sebagai Minggu Kerahiman.
Minggu pertama setelah kebangkitan-Nya, saat para murid berkumpul dengan rasa cemas di balik pintu-pintu terkunci, Yesus menampakkan diri kepada mereka.Tubuh kebangkitan-Nya dapat dilihat dengan kasat mata, juga bekas luka tangan dan lambungNya. Dua kali Ia menyapa mereka “Damai bagi kamu!”. Itulah damai sejahtera yang Yesus selalu hadirkan. Itulah juga janji penyertaan-Nya saat Ia mengutus mereka, “Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Ia juga membagi kuasa-Nya dengan menghembusi mereka “Terimalah Roh Kudus”. Bentuk kerahiman yang Tuhan berikan adalah mengingatkan mereka untuk saling mengampuni.
Tomas tidak hadir pada saat penampakan Yesus, sehingga dia mengatakan bahwa dia baru percaya jika telah melihat bekas paku di tangan-Nya, menaruh jarinya di bekas paku tersebut dan menaruh tangannya ke lambung-Nya. Tomas mewakili orang yang berprinsip ‘seeing is believing’. Keinginan Tomas terkabul saat Yesus menampakkan diri kembali dan mengizinkan dia untuk melakukan pembuktian. Setelah itu Yesus bersabda “Berbahagialah mereka yang tidak melihat namun percaya”. Sebuah sabda yang ditujukan untuk kita semua.
Kerahiman Tuhan mengajak kita semua untuk terus percaya akan kebangkitan. Tuhan bangkit setiap kali kita merasakan kehadiran-Nya dalam hidup kita, masing masing dengan cara yang berbeda pada setiap peristiwa hidup kita.
Bacaan pertama (Kis 2:42-47) dan kedua (1Ptr1:3-9) juga mengajak kita untuk menyadari bahwa: Pembaptisan mengantar kita untuk menyadari kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Kesaksian hidup jemaat perdanayang bertekun dalam pengajaran, persekutuan, memecahkan roti dan berdoa meneguhkan kita sebagai individu dan komunitas untuk terus mengingat satu dengan yang lain dalam kasih persaudaraan. Kebangkitan Yesus senantiasa menyertai dan memberi kita pengharapan, iman dan kerahiman kiranya menghantar kita semua kepada keselamatan, sekalipun kita tidak melihat-Nya.
Selamat hari Minggu Kerahiman.Tuhan Memberkati (DN).




