
Bacaan I : Yes. 50:4-7; Bacaan II : Flp. 2:6-11;
Bacaan Injil : Mat. 26:14-27:66.
MELIHAT TANDA DAN PERCAYA AKAN KEBANGKITAN TUHAN
Dalam bacaan Injil hari ini, tabir ketidaktahuan para Murid tentang isi Kitab Suci akhirnya dibuka. Pagi yang buta seakan menjadi lambang ketidaktahuan Maria Magdalena yang berangkat ke makam untuk melayat jenazah Tuhan. Baginya, Yesus sudah wafat. Maka, saat melihat batu telah diambil orang, ia berkesimpulan “jenazah Yesus dicuri”.
Di zaman itu, kesaksian sebagai seorang perempuan biasanya tidak dipercaya. Maka, Maria berlari memberitakan hal itu kepada Simon dan murid lain yang yang dikasihi Yesus. Mereka bergegas ke kubur untuk melihat apa yang terjadi. Murid tanpa nama tersebut lebih dahulu tiba. Ia tidak masuk, hanya menjenguk ke dalam kubur. Simon yang baru sampai, langsung masuk. Mereka melihat kain kafan terletak di tanah dan kain peluh terletak di tempat yang berbeda dan sudah tergulung. Simon dan murid lain itu tidak berkata apapun, namun mereka telah melihat tanda dan menjadi percaya. Mereka memang disiapkan untuk menjadi “saksi mata” kebangkitan Kristus.
Bacaan pertama mengisahkan kesaksian Petrus yang mewartakan isi Kitab Suci tentang Kebangkitan Tuhan. Apa yang disaksikannya di hari Minggu Paskah menjadi dasar pewartaan yang berdampak pada pergerakan umat dari generasi ke generasi yang percaya akan kebangkitan Kristus. Inti kabar baik tentang kebangkitan Tuhan adalah keselamatan bagi segenap umat manusia. Syaratnya satu saja: iman! Sebab,“tentang Dialah semua nabi bersaksi bahwa barang siapa percaya kepadaNya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.” (Kis10:43).
Rasul Paulus mengingatkan dan mengajak umat di Kolose untuk terus memaknai arti kebangkitan Yesus secara pribadi. Pemaknaan dan penghayatan pribadi itu dibagikan dalam keluarga, komunitas, gereja dan masyarakat. Dengan itu, iman akan kebangkitan mendorong umat untuk mencari dan memikirkan “perkara yang diatas”, yaitu perkaranya Tuhan: bagaimana membagikan kasih Allah dengan mengusahakan kebaikan bersama (bonum commune).
Itulah tandanya bahwa kita telah dibangkitkan bersama Kristus. Kesaksian hidup itu harus diimplementasikan dalam hidup sehari-hari, melalui perbuatan kasih yang nyata dan sederhana. Dengan demikian, hidup kita di masa sekarang bagaikan hidup tersembunyi bersama Kristus. Namun kita percaya bahwa pada saatnya kelak kita semua “menyatakan diri bersama Kristus dalam KemuliaanNya” (Kol3:1-4).
Selamat Hari Raya Paskah bersama keluarga, komunitas, gereja dan masyarakat. Tuhan Memberkati. (DN).




