
Bacaan I : Yes. 50:4-7; Bacaan II : Flp. 2:6-11;
Bacaan Injil : Mat. 26:14-27:66.
SIAPAKAH YESUS BAGI KITA?
Dengan memasuki kota Yerusalem dan disambut sebagai Raja (Mat 21:4), Yesus menggenapi apa yang telah dinubuatkan para nabi. Yesus datang dengan menunggang keledai, yang adalah binatang beban dan tunggangan sehari-hari. Sebuah pesan damai. Dia tidak menunggang kuda yang mengesankan kekerasan dan penaklukan seperti pasukan Romawi. Yesus tampil sebagai Raja damai yang sudah lama dinantikan, di tengah suasana ketakutan dan penindasan Romawi. Tidaklah mengherankan jika khalayak ramai menyambut Yesus dengan “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan” (bdk. Za 9 :9).
Hari ini kita memasuki Pekan Suci dalam keheningan untuk merenungkan pertanyaan orang ketika Yesus memasuki Yerusalem: “Siapakah orang ini?” (Mat 21: 10-11). Ada yang menjawab: inilah Nabi Yesus dari Nazaret. Ada pula yang terus bertanya-tanya. Dari para tokoh dalam bacaan hari ini, kita dapat belajar bahwa Yesus bukanlah mesias yang diinginkan oleh dunia. Lihatlah perilaku mereka yang gagal memahami: Yudas yang berkhianat, Petrus yang menyangkal-Nya dan para murid yang lain tidak jelas keberadaannya alias meningggalkan Yesus saat Ia ditangkap. Yesus tetap menunjukkan wibawa, ketaatan dan keteguhan akan perutusanNya hingga akhir. Dia memenuhi apa yang dinubuatkan dalam Kitab Suci (bdk. Yes. 50:4-7 dan Mzm. 22:8-9). Semuanya itu memang harus terjadi, seperti ada tertulis, “Semua ini terjadi supaya genaplah apa yang tertulis dalam kitab para nabi” (Mat.26:55-56).
Saat kematianNya tiba, terjawablah pertanyaan pokok tentang “Siapa Yesus”. Ironinya, pengakuan justru seorang kepala prajurit Romawi, eksekutor-Nya sendiri yang mengakui: “Sungguh, Ia ini adalah anak Allah “.
Di akhir bacaan hari ini, kita diajak untuk mengenal tokoh tokoh “kecil” yang setia hingga akhir, yaitu Maria Magdalena dan para perempuan lainnya. Tokoh-tokoh kecil inilah yang justru memberi teladan kesetiaan. Mereka mengikuti Yesus dalam senyap.
Siapakah Yesus bagi Anda dan saya? Pekan Suci adalah kesempatan untuk mengikuti dan merenungi peristiwa sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus dalam keheningan dan renungan, bukan sekedar perayaan dan keramaian.
Selamat memasuki Pekan Suci. Semoga kita semua senantiasa berjaga dan berdoa, agar semakin mengenal Yesus: Penebus dan Juru Selamat kita, yang setia dan taat sampai wafat. Tuhan Memberkati. (DN).




