
Bacaan I : Yes. 35:1-6a,10; Bacaan II : Yak. 5:7-10; Bacaan Injil : Mat. 11:2-11.
BERSUKA-CITALAH
Minggu Adven ketiga sering disebut juga “Advent Gaudete” atau “Gaudete Sunday” atau “minggu sukacita”, yang mengingatkan kita bahwa kelahiran Tuhan Yesus sudah semakin dekat. Warna lilin Adven yang dinyalakan juga berbeda dari minggu-minggu Adven yang lain, demikian juga kasula imam yang memimpin perayaan Ekaristi pada hari istimewa ini, yaitu berwarna pink sebagai lambang sukacita.
Kata “sukacita” ini berasal dari antiphon pembuka pada hari ini, yaitu “Bersukacitalah selalu dalam Tuhan. Sekali lagi kukatakan : bersukacitalah ! Sebab Tuhan sudah dekat.” (bdk Flp 4:4-5). Tuhan menyerukan agar kita bersukacita setelah masa persiapan dan pertobatan yang telah diserukan pada Minggu Adven I dan II.
Nabi Yesaya juga menegaskan sukacita ini, “Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga;” (Yes 35:1).
Namun bacaan Injil hari ini membawa kita pada situasi batin yang berbeda. Para murid Yohanes melihat dan mendengar Yesus telah membuat orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, bahkan orang mati dibangkitkan dan banyak perbuatan baik lainnya. Sehingga Yohanes Pemandi dari dalam penjara meminta para muridnya bertanya kepada Yesus “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain ?” (Mat 11:3). Ada kesan keraguan dalam diri Yohanes, karena Yesus tidak datang menolong dirinya yang sedang dipenjara, seolah usahanya untuk mempersiapkan jalan bagi Sang Mesias menjadi sia-sia baginya.
Kitapun dapat bertanya kepada diri kita sendiri, apakah kitapun sering merasa ragu akan kebaikan Tuhan dalam hidup ini ? Karena apa yang diharapkan dan dimohonkan dalam doa-doa kita tidak selalu Dia kabulkan. Apakah Tuhan tidak mendengar keluhan kita, mengapa Tuhan tidak segera menolong dan menyelamatkan kita ?
Dengan semakin majunya jaman teknologi modern yang serba cepat, kita menjadi semakin tidak sabar dan sikap ketergantungan pada kebaikan Tuhan menjadi semakin berkurang. Iman kita kepada Nya sering bukan sebagai sikap dasar hati kita lagi, tetapi hanya menjadi pengetahuan saja.
Yakobus dalam suratnya meminta kita semua : “Kamu juga harus sabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat !” (Yak 5:8)
Semoga kedatangan Yesus melalui perayaan Natal yang sedang kita siapkan dengan sukacita, membawa kesadaran iman akan kasih dan penyelamatan Allah melalui Yesus Sang Putra dalam hidup kita. Amien ! (IS).




