
Bacaan I : Yes. 11:1-10; Bacaan II : Rm. 15:4-9; Bacaan Injil : Mat. 3:1-12.
BERTOBATLAH !
“Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat !” (Mat 3:2), itulah yang menjadi pokok tugas pewartaan Yohanes Pembaptis untuk mempersiapkan jalan bagi Sang Mesias. Yohanes menuntut adanya transformasi hati secara total sebagai sikap dasar hidup yang berkenan kepada Tuhan yang merupakan sikap pertobatan dalam arti seutuhnya.
Pembaptisan yang dilakukan Yohanes di Sungai Yordan secara simbolis dimaksudkan sebagai tanda pertobatan. Dari manusia lama penuh dosa menjadi manusia baru yang mau dan bersedia menempuh jalan hidup, berpikir dan bersikap sesuai kehendak Tuhan yang datang sebagai Sang Penyelamat.
Teguran keras Yohanes kepada orang-orang Farisi yang mengaku diri sebagai pelaku hukum Taurat dengan sangat disiplin tetapi pada kesehariannya lebih hanya secara lahiriah saja. Juga kepada orang-orang Saduki yang termasuk golongan imamat aristrokat Yahudi, mengakui kelima Kitab Musa tetapi tidak mengakui adanya kebangkitan. Kedua golongan ini, nantinya akan menjadi musuh utama bagi Yesus selama Dia mewartakan keselamatan bagi semua orang. Mereka adalah kelompok pendosa yang tidak mau bertobat.
Yohanes Pemandi mengajak kita semua untuk meneliti kehidupan pribadi kita masing-masing, apakah kita juga termasuk dalam gambaran yang diberikan Yohanes tentang kaum Farisi dan Saduki dalam Injil Matius ? Beragama hanya sebatas kewajiban untuk mendapat pengakuan dan hanya tampak di lahiriah saja ?
Mengimani Yesus hanya sebatas sabda yang kita anggap baik dan menyenangkan saja ? Yesus memanggil kita semua untuk mendengarkan dan melaksanakan sabda-Nya dengan sungguh-sungguh, meneladani hidup-Nya sebagai kasih yang total kepada Allah Bapa untuk menyelamatkan manusia. Sebagai bukti kasih-Nya kepada kita para pendosa adalah kesediaan-Nya mengampuni dan menyelamatkan setiap kita yang dengan sungguh melakukan pertobatan hidup. Tuntutan seperti itulah yang Yohanes Pembaptis minta kepada kaum Farisi dan Saduki yang datang minta dibaptis. Sudah siapkah kita untuk mentransformasi hidup kita kedalam pertobatan sejati ? Semoga ! (IS)




