
Bacaan I : Kis. 5:27b-32,40b-41; Bacaan II : Why. 5:11-14; Bacaan Injil: Yoh. 21:1-19.
Saksi-Saksi
Kebangkitan Kristus merupakan peristiwa yang tidak mudah diterima oleh masyarakat Yahudi pada waktu itu. Bagaimana mungkin sosok yang terkulai tak berdaya di kayu salib, dimakamkan dan kemudian pada hari ketiga makam tersebut ditemukan kosong. Para murid juga dilanda kebingungan saat Sang Guru yang semasa hidup mampu membuat bermacam mujizat, ternyata menyerah tanpa perlawanan. Ajaran-ajaran Yesus mengenai penderitaan dan kebangkitan-Nya tidak serta merta membuat para murid memahami situasi ini. Akan tetapi rencana Ilahi haruslah tetap berjalan, kebangkitan Kristus harus diwartakan dan untuk itu diperlukan saksi-saksi kebangkitan.
Saksi-saksi? Benar. Unus testis nullus testis, demikianlah bunyi pepatah latin yang artinya ‘seorang saksi bukanlah saksi’. Kitab Ulangan menetapkan aturan bahwa suatu kasus tidak dapat diputuskan dari satu orang saksi saja melainkan dua atau tiga orang saksi [Ul 19:15]. Sejalan dengan itu Injil Matius menyebutkan bahwa suatu perkara tidak disangsikan jika didukung oleh keterangan dua atau tiga orang saksi [Mat 18:16]
Bacaan Injil hari ini menceritakan tentang Yesus yang menampakkan diri di pantai danau Tiberias. Ini adalah penampakan yang ketiga kalinya kepada para murid setelah kebangkitan-Nya. Yang menarik dari kisah penampakan kali ini adalah kemiripan cerita saat Yesus pertama kali memanggil para murid. Simon Petrus dan para murid kembali menjadi tokoh yang mencari ikan dan tidak mendapatkan apa-apa. Saat mereka taat kepada Yesus agar menebar jala kembali ke laut, maka ikan yang berlimpah mereka dapatkan. Pada kisah selanjutnya Yesus memulihkan hubungannya dengan Simon Petrus. Sebelumnya tiga kali Petrus menyangkal Yesus, namun kemudian tiga kali pula dia mengakui bahwa dia mengasihi Sang Guru. Pemulihan ini sangat penting karena Simon Petrus mengemban tugas untuk “menggembalakan domba-domba-Nya”.
Petrus dan para rasulpun kemudian berani bersaksi di hadapan Mahkamah Agama Yahudi mengenai kebangkitan Yesus. Kesaksian terus berlanjut, Yohanes menulis apa yang diwahyukan kepadanya mengenai kemuliaan yang diterima Anak Domba di sorga. Para rasul dan murid yang lain kemudian mewartakan kabar kebangkitan Kristus ke seluruh belahan dunia. Mereka adalah saksi-saksi kebangkitan Kristus. Berkat kesaksian mereka, kita semua mengenal Kristus. Mari kita melanjutkan karya kasih mereka denganmenjadi saksi-saksi kebangkitanNya di era digital ini. [CT]




