
Bacaan I : 1Sam. 26:2,7-9,12-13,22-23; Bacaan II : 1 Kor. 15:45-49; Bacaan Injil: Luk. 6:27-38.
MURAH HATI
Injil Hari Minggu ini (Luk. 6:27-38) merupakan inti dari KOTBAH DI DATARAN versi Lukas (Luk. 6:20-49). Pertama : "Sebagaimana kamu kehendaki orang berbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka" (ayat 31). Kedua : "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati" (ayat 36). Pernyataan pertama ini dikenal juga sebagai 'THE GOLDEN RULE" atau 'ATURAN EMAS". Aturan emas merupakan etika umum dari semua agama. Misalnya : 1) Agama Hindu : "Jangan melakukan kepada orang lain apa yang menyebabkan rasa sakit jika dilakukan kepadamu" (Mahabharata 5:1517). 2) Agama Budha : "Jangan sakiti orang lain dengan cara-cara yang juga akan menyakiti dirimu" (Udanavarga 5:18); 3) Konfusianisme : "Jangan lakukan kepada orang lain apa yang kamu tidak inginkan mereka lakukan kepadamu" (Analek 15:23). Ketiga ungkapan di atas mirip dengan Aturan Emas tetapi dinyatakan dalam kalimat negatif dan pasif. Aturan Emas yang disampaikan Yesus bersifat "positif" dan "aktif". Etika Kristen selalu bersifat positif dan proaktif. Aturan Emas merupakan "inti dari hukum Taurat dan kitab para Nabi" (Mat. 7:12). Aturan Emas merupakan pedoman hubungan kita dengan sesama dan landasan hidup yang penuh toleransi. Pernyataan kedua adalah "bersikap murah hati". Dalam Perjanjian Lama, Allah selalu digambarkan sebagai Allah yang murah hati. Murah hati mengandung sikap-sikap sebagai berikut : 1) Mencintai. Seorang yang murah hati, bukan saja memaafkan dan mengampuni, tetapi mencintai orang yang membencinya. "Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu, mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu dan berdoalah bagi yang mencaci maki kamu" (ayat 27-28). Prinsip "mata ganti mata dan gigi ganti gigi" diganti dengan prinsip "mengasihi". Dari atas salib Yesus memberi contoh nyata dengan berdoa : "Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat" (Luk. 23:34). 2) Bersedia memberi atau berbagi. "Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu dan jangan meminta kembali" (ayat 30). Bahkan seorang murah hati akan memberi lebih. "Barangsiapa yang mengambil jubahmu, berilah juga bajumu" (ayat 29). 3) Berpikiran positif tentang orang lain. "Jangan kamu menghakimi .. jangan kamu menghukum" (ayat 37). Seorang yang murah hati selalu berpikiran positif tentang orang lain, selalu menilai positif sikap orang lain. Oleh karena itu, dia tidak mudah "menghukum" dan "menghakimi" orang lain. 4) Pribadi plus. Seorang yang murah hati adalah pribadi plus. "Jika kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu " (ayat 32-34). Mengapa ? Karena seorang yang murah hati mengikuti kemurahan hati Allah sendiri. "Hendaklah kamu murah hati seperti Bapamu adalah murah hati" (ayat 36). Tolok ukur sikap seorang Kristen bukan sesamanya, bukan pula para Kudus, melainkan Allah sendiri. Karena "Dia menerbitkan matahari bagi orang jahat dan orang yang baik, menurunkan hujan bagi orang yang benar dan tidak benar" (Mat 5:45). Apa pesan bacaan injil hari ini bagi hidup kita ? Pertama : hendaknya kita memperlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Kedua : hendaknya kita bersikap murah hati. Semoga ! (YS)




