
Bacaan I : Yer. 17:5-8; Bacaan II : 1 Kor. 15:12,16-20; Bacaan Injil: Luk. 6:17,20-26.
SABDA BAHAGIA
Bacaan hari minggu ini (Luk. 6:17.20-26) berbicara tentang SABDA BAHAGIA. Injil Matius juga berbicara tentang SABDA BAHAGIA (Mat 5:3-12). Namun berbeda dengan Injil Matius yang menyebut "9 kali" "BERBAHAGIALAH", Injil Lukas hanya menyebut "4 kali". Walau jumlahnya berbeda, namun pesan pokok SABDA BAHAGIA itu tetap sama. Kebahagiaan yang ditawarkan Yesus sangat berbeda bahkan bertentangan dengan ukuran dunia.
Orang-orang yang berbahagia menurut Yesus adalah 1) orang yang miskin; 2) orang yang lapar; 3) orang yang menangis; 4) orang yang dibenci, dikucilkan, dicela dan ditolak. Apa makna ke-4 SABDA BAHAGIA ITU ? 1. "Orang yang miskin" artinya orang yang menggantungkan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Dia menyadari dirinya lemah, berdosa dan tidak berdaya. Hidupnya menjadi hampa tanpa Tuhan. Oleh karena itu, dia membutuhkan Tuhan. Tuhan adalah segala-galanya. 2. "Orang yang lapar" artinya orang yang lapar dan haus akan kebenaran. Saat ini dunia dipenuhi oleh kebenaran semu bahkan kebohongan. Media sosial diisi dengan berita-berita bohong atau hoax. Dalam kondisi seperti ini, kita harus kembali ke Firman Allah yang menjadi sumber kebenaran sejati. Maka "lapar dan haus" di sini bisa berarti sebuah kerinduan akan hubungan yang akrab dengan Allah - Sang Kebenaran Sejati. Hubungan akrab dengan Allah akan menjadi sumber kekuatan untuk hubungan yang harmonis dengan sesama. 3. "Orang yang menangis" artinya orang yang berdukacita karena keberdosaannya. Dosa telah memutuskan hubungan manusia dengan Tuhan. Manusia ingin menjalin kembali hubungannya dengan Tuhan. Dia dengan tulus menyesali dosanya dan bertobat. 4. "Orang yang dibenci dan ditolak" karena mempertahankan kebenaran. Hidup dalam suatu masyarakat yang diwarnai kepalsuan dan pencitraan seringkali tidak mudah. "Yang benar dianggap salah" dan "yang salah dianggap benar". Dalam situasi seperti itu orang yang mempertahankan kebenaran acapkali dibenci dan ditolak. Lalu apa arti SABDA BAHAGIA ini untuk hidup kita ?
Sabda Bahagia adalah potret seutuhnya dari seorang murid Kristus. Seorang murid Kristus adalah seorang yang merasa "miskin" di hadapan Allah dan akan mempercayakan seluruh hidupnya kepada Allah. Dia juga seorang yang "lapar" akan kebenaran dan selalu mencari kebenaran sejati. Dia akan hidup dari kebenaran itu dan memancarkan kebenaran itu melalui kata-kata, sikap dan tindakannya. Dia juga seorang yang "menangis" dan berdukacita akan keberdosaannya. Dia selalu rindu untuk menjalin hubungan yang baik dengan Allah dan dengan sesamanya. Dan akhirnya, seorang murid Kristus adalah seorang yang siap "dibenci dan ditolak" demi kebenaran. Tuhan Yesus sendiri bukan saja dibenci dan ditolak, melainkan mati di salib untuk mempertahankan kebenaran (bdk. Yoh.18:37). Dan seorang murid Kristus harus mengikuti jalan yang sama yaitu JALAN SALIB. Namun dengan menghayati SABDA BAHAGIA itu, kita akan benar-benar mengalami kebahagiaan yang sejati. Karena "bersukacita dan bergembiralah, sebab sesungguhnya besarlah ganjaranmu di surga" (Luk 6:26). (YS)




