
Bar 5:1-9 Maz 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6 Fil 1:4-6,8-11 Luk 3:1-6
Hendaklah, hai Yerusalem, menanggalkan pakaian kesedihan dan kesengsaraanmu, dan mengenakan perhiasan kemuliaan Allah untuk selama-lamanya. —Lihatlah anak-anakmu sudah berkumpul atas firman dari Yang Kudus—Memang dahulu mereka pergi dari padamu dengan berjalan kaki, digiring oleh musuh. Tetapi kini mereka dikembalikan kepadamu. (Barukh 5:1, 5, 6). Inilah perkataan nabi Barukh kepada orang Israel yang sedang dalam pembuangan di Babilonia selama lebih dari 70 tahun lamanya. Karena begitu lamanya, kebanyakan dari mereka lahir dan besar di Babel, sudah terbiasa hidup disana dan melupakan tempat dari mana mereka berasal. Mereka sudah terbiasa bekerja keras bertahan hidup sebagai budak, melawan berbagai wabah penyakit disana, berusaha menyenangkan orang-orang Babel, dan bahkan turut menyembah dewa-dewa disana, karena merasa sudah menjadi orang Babel sejati. Bahkan walaupun berbagai nabi memperingatkan mereka untuk selalu ingat kepada Tuhan, dan untuk kembali dari tahun ke tahun, kebanyakan dari mereka sudah tidak perduli lagi.
Keadaan orang-orang Israel dalam pembuangan itu bukankah mirip sekali dengan keadaan kita? Kita lahir dan besar di dunia ini, kita sudah sangat terbiasa hidup dan bekerja keras disini, dan walaupun berbagai peringatan memperingatkan bahwa kita berasal dari Allah, masih seberapa besarkah antusias kita untuk memperhatikan peringatan-peringatan itu?
Dalam Injil hari ini Yohanes Pembaptis memperingatkan:
“Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.”. Masihkah kita tergerak hatinya untuk menjawab panggilan itu?
Rasanya dengan berbagai tekanan hidup dan pandemi ini sulit bagi kita untuk memberikan lagi energi kita kita untuk menjawab perkataan
itu. Apalagi berbagai perbuatan baik yang sudah, dan kebanyakan belum kita lakukan rasanya percuma saja dan tidak ada efeknya. Untunglah Paulus dalam bacaan kedua mengingatkan: “aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus”. Semoga adven kali ini menggerakkan hati dan tindakan kita untuk kembali kepada Yesus. [aj]




